Mengupas CAPINT: MBT Hibrida Jerman-Perancis Penyelamat Kekosongan Kapabilitas Tempur Eropa

Dua raksasa pertahanan Eropa, Jerman dan Perancis, kembali memperlihatkan taji kolaborasinya dalam menghadirkan platform lapis baja generasi terbaru. Melalui konsorsium KNDS (Krauss-Maffei Wegmann dan Nexter), kedua negara resmi memperkenalkan tank transisi yang diberi label CAPINT (Capability Interim) pada pameran pertahanan Eurosatory 2026.
Sesuai dengan namanya yang berarti “kapabilitas interim”, kehadiran CAPINT dirancang secara khusus sebagai solusi taktis untuk menghindari kekosongan kapabilitas tempur (capability gap) sebelum proyek masa depan Main Ground Combat System (MGCS) resmi terealisasi.
Seperti diketahui, proyek MGCS mengalami keterlambatan jadwal (delay) yang cukup masif, padahal Angkatan Darat Perancis telah menjadwalkan penarikan penuh armada Main Battle Tank (MBT) Leclerc mereka pada sekitar tahun 2038. Didanai di bawah Undang-Undang Pemrograman Militer (Military Programming Law) yang telah diperbarui, MBT hibrida ini ditargetkan memulai pengiriman perdana pada dekade 2030-an.
Menelisik aspek pengembangan dan rancang bangunnya, CAPINT mengombinasikan keunggulan teknologi terbaik dari sasis MBT Jerman dan sistem kubah Perancis. Tank ini berdiri di atas sasis (chassis) yang diturunkan dari basis MBT Leopard 2A8 Jerman yang telah ditingkatkan kemampuan mobilitas dan proteksinya. Pada bagian atas, Jerman memadukannya dengan kubah tanpa awak (remote-operated turret) sistem ASCALON pasokan Perancis. Langkah hibrida ini sengaja diambil oleh KNDS untuk mempercepat waktu pengembangan serta memangkas biaya riset dari nol.
CAPINT from KNDS (CAPacité INTérmédiaire)A proposal for a successor to the Leclerc as an intermediate tank until the MGCS enters service. It combines a Leopard 2 chassis with an unmanned ADT140 Ascalon turret that carries a ready ammunition load of 22 rounds (120 mm, with the… pic.twitter.com/xGExgUX1gG
— Andrei_bt (@AndreiBtvt) June 15, 2026
Berkat arsitektur digital terbuka yang skalabel (highly scalable open digital architecture), CAPINT tidak hanya mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen pertempuran modern saat ini, tetapi juga siap menerima peningkatan komponen modular di masa depan tanpa harus merombak total struktur dasar tank.
CAPINT membawa lompatan besar dengan berhasil memangkas bobot totalnya hingga berada di bawah angka 50 ton. Bobot yang relatif ringan untuk ukuran MBT modern ini memberikan keunggulan mobilitas yang luar biasa di berbagai medan berat Eropa.
KNDS’ CAPINT. Proposal for the successor of the 🇫🇷 Leclerc to bridge gap to MGCS. And yes it’s a Leo 2A8 hull. It’s in production, the Leclerc’s isn’t. It’s just the most logical thing to do for cost effectiveness. pic.twitter.com/4HLFnc9Oiq
— Amaël Kotlarski (@JakOSpades) June 15, 2026
Untuk urusan menggebuk sasaran, kubah ASCALON milik CAPINT dibekali meriam utama kaliber 120 mm yang mengadopsi sistem pengisian amunisi otomatis (automatic-loading cannon). Meriam canggih ini dirancang khusus untuk mampu memuntahkan amunisi teleskopik modern (telescoped ammunition) yang memiliki daya hancur jauh lebih tinggi dengan dimensi kelongsong yang lebih ringkas.
Tidak hanya itu, sebagai senjata pemukul jarak jauh, CAPINT juga memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal berpemaindu antitank PELTASTE dari kompartemen kubahnya.
Berkaca dari Perang Ukraina, Perancis Upgrade MBT Leclerc ke Standar XLR, Bobot Naik Jadi 63 Ton
Keunggulan mutakhir lain dari CAPINT terletak pada tingkat kelangsungan hidup armada dan kru yang sangat tinggi. MBT ini dikendalikan oleh hanya 3 orang kru yang seluruhnya ditempatkan dengan aman di dalam kapsul pelindung khusus (survival cell) di dalam lambung pesawat, terisolasi penuh dari kompartemen amunisi.
Guna menghadapi dinamika peperangan modern, KNDS melengkapi CAPINT dengan sistem proteksi aktif (Active Protection System/APS) untuk merontokkan roket antitank, serta sistem anti-drone terintegrasi untuk menangkal ancaman drone kamikaze maupun UAV intai. Untuk transisi ini juga telah mengadopsi fitur konektivitas robotik (robotic connectivity), membuatnya mampu bertindak sebagai pusat kendali bagi kendaraan darat tak berawak (UGV) pendamping di medan laga. (Gilang Perdana)
Seperti Shotgun Raksasa, MBT Leclerc Perancis Tembak Jatuh Drone FPV Gunakan Amunisi Canister 120mm


