The Defender Lion King: Sirine Nuklir Mobile Raksasa Milik Cina, Tandingan Modern Chrysler Big Red AS

Upaya Cina dalam menandingi kehebatan teknologi militer Barat sering kali melahirkan alutsista yang masif, namun tidak jarang mengundang skeptisisme besar dari para pengamat internasional. Salah satu contoh paling mencolok adalah The Defender, atau yang secara lokal diproduksi oleh perusahaan Lion King dengan nama Shi Wang (Lion King).

Baca juga: Siasat di Gurun Xinjiang: Cara Cina Bikin Intelijen AS Pusing Lacak Rudal Nuklir

Diperkenalkan sekitar tahun 2014, sistem sirine pertahanan udara bergerak (mobile air-raid siren) ini dirancang untuk menjadi tandingan modern bagi legenda era Perang Dingin milik Amerika Serikat, Chrysler Big Red. Ironisnya, alih-alih murni terinspirasi dari inovasi mandiri, cetak biru sistem akustik raksasa ini kuat dugaan didasarkan pada replikasi unit Chrysler Air Raid Siren lawas yang sempat dikirim ke Cina semasa Perang Saudara untuk mendukung pasukan Nasionalis (ROC), sebelum akhirnya teknologi tersebut dipelajari dan dimodifikasi oleh Beijing demi memperkuat sistem pertahanan sipil nasional mereka (Chinese Civil Air Defense/CCAD).

Secara arsitektur teknis, The Defender Lion King memiliki kemiripan bobot yang identik dengan rival abadinya, yaitu berkisar di angka 4,6 ton. Namun, berbeda dengan anggapan awam yang mengira sistem ini menyatu pada truk taktis militer berat, The Defender sejatinya dibangun di atas sebuah sasis trailer gandengan khusus yang ditopang oleh empat roda di setiap sisinya serta dilengkapi dengan pasak penyeimbang (landing legs) untuk menjaga stabilitas saat dioperasikan.

Pada bagian inti mekanisnya, sirine ini mengandalkan konfigurasi rotor dan stator 10-port yang digerakkan oleh mesin diesel Cummins berdaya 220 Horsepower (HP)—meski dalam dokumen pemasaran domestiknya pabrikan Lion King sempat menjadi sorotan karena salah mengeja merek mesin tersebut menjadi “Commins”. Gelombang suara bising yang dihasilkan kemudian diproyeksikan melalui corong raksasa berbentuk lonceng yang diperkuat balok penyangga internal serta jaring pelindung khusus guna mencegah masuknya puing maupun rontokan benda asing yang dapat merusak komponen peledak suara di dalamnya.

Kendati penampilannya terlihat sangat mengintimidasi dengan balutan warna merah menyala atau kamuflase militer, The Defender menyimpan cacat desain bawaan yang cukup mengganggu dalam aspek operasional. Akibat rancangan rumah pelindung mesin (housing) di belakang kabin operator yang terlalu tertutup, mesin diesel Cummins di dalamnya kerap mengalami fenomena kekurangan pasokan oksigen (air-starved).

Dampaknya, setiap kali sirine ini diaktifkan untuk melolong, kendaraan gandengan ini terkenal sering menyemburkan gumpalan asap hitam pekat dalam jumlah yang sangat masif ke udara akibat pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna. Masalah mekanis ini menjadi salah satu alasan mengapa performa nyata di lapangan sering kali tidak seindah brosur promosi yang diedarkan oleh pihak pabrikan ke media-media domestik.

Aspek yang paling memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas pengamat militer global adalah klaim kekuatan akustiknya yang disebut-sebut memancarkan daya pekik sebesar 130 desibel (dB) pada jarak 35 meter. Banyak pakar industri menilai angka desibel yang dirilis oleh Lion King sangat meragukan dan tidak konsisten karena metode pengukuran jarak yang tidak berstandar internasional. Mengingat industri pertahanan di Cina berada di bawah kendali dan pengaruh kuat lingkaran partai, klaim sebagai “sirine terkeras di dunia” diduga sengaja digoreng sebagai alat propaganda psikologis guna menunjukkan superioritas kesiapan total Beijing.

Tingginya biaya produksi serta kompleksitas perawatan dari monster mekanis ini membuat performa pasarnya melempem, hingga akhirnya Lion King resmi menghapus The Defender dari lini produksi mereka pada tahun 2021, menjadikan segelintir unit sisa yang eksis saat ini hanya berfungsi sebagai instrumen pelengkap statis dalam jaringan sirine serangan udara nasional Cina. (Bayu Pamungkas)

Dari Citra Satelit, Cina Bangun Tiruan Komplek Istana Kepresidenan Taiwan, Persiapan Invasi?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *