A-29B Super Tucano Filipina Kini Dilengkapi Amunisi Presisi, Seberapa Mematikan?

Indonesia dan Filipina punya tantangan serupa dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata, dan kedua negara juga sama-sama mengoperasikan pesawat serang ringan bermesin turboprop A-29 (aka – EMB-314) Super Tucano, untuk misi Close Air Support (CAS). Meski pesawatnya sama, untuk bekal persenjataan ternyata berbeda.

Baca juga: Satu Pesawat dengan Dua Label Nama, “EMB-314 dan A-29” Super Tucano, Ini Penjelasannya!

Super Tucano milik Angkatan Udara Filipina (PAF) yang juga ‘bercocor merah’ rupanya dilengkapi arsenal persenjataan yang lebih mumpuni ketimbang Super Tucano Indonesia.

Seperti dikutip Janes.com (16/12/2025), A-29 Super Tucano milik Angkatan Udara Filipina kini telah diintegrasikan dengan senjata udara-ke-permukaan baru, termasuk Advanced Precision Kill Weapon System II (APKWS) dari BAE Systems dan Lizard 3 laser guided munition (LGM) dari Elbit Systems.

Angkatan Udara Filipina saat ini mengoperasikan enam unit Super Tucano (ada rencana penambahan enam unit lagi) yang dioperasikan 5th Strike Wing di Pangkalan Udara Danilo Atienza di Kota Cavite.

Sekolah Penerbangan Angkatan Udara Filipina (PAFFS) mengungkapkan pada 7 Desember bahwa armada Super Tucano telah menerima amunisi baru setelah mempublikasikan foto di akun media sosialnya, yang menunjukkan kadet pilot sedang diberi pengarahan oleh seorang perwira tentang kemampuan dan persenjataan baru pada pesawat serang buatan Embraer itu.

Selain Lizard 3 dan APKWS, Guided Advanced Tactical Rocket (GATR) dari Northrop Grumman Innovation dan Elbit Systems juga dipresentasikan pada pengarahan tersebut. Senjata-senjata tersebut dipamerkan bersama tiga Super Tucano.

Dengan Alasan Kuat, Filipina Tambah Pesanan Enam Unit Super Tucano di Tengah Protes dari Senator

Akuisisi senjata oleh PAF didasarkan pada kontrak Departemen Pertahanan AS pada September 2019 yang diberikan kepada BAE Systems untuk memproduksi APKWS II untuk militer AS dan sembilan negara, termasuk Filipina, di bawah program Foreign Military Sales (FMS).

Menurut BAE Systems, kit pemandu APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System) besutannya adalah satu-satunya program yang memungkinkan roket tak berpemandu 2,75 inci (70 mm) untuk diubah menjadi amunisi berpemandu presisi, yang dapat menyediakan kemampuan menyerang pesawat militer sayap putar dan sayap tetap dengan biaya operasi rendah.

https://www.indomiliter.com/sembur-basis-opm-super-tucano-andalkan-tiga-senjata-libas-kelompok-separatis-bersenjata/

Hasilnya, roket 70 mm dengan kit pemandu APKWS, menjadi senjata supersonik lock-on-after-launch yang sangat akurat namun relatif murah dengan dilengkapi dengan hulu ledak seberat 4,5 kg yang dapat menghancurkan drone besar dalam hitungan detik, dengan atau tanpa kontak langsung.

BAE Systems mengklaim berhasil menguji penembakan roket 70 mm yang dipandu oleh kit APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System) sebagai aset pertahanan untuk melacak dan menembak jatuh drone kelas 2. (Gilang Perdana)

Lebih Efisien Ketimbang AIM-9X Sidewinder, F-16 Viper Gunakan Roket 70mm Berpemandu Laser untuk Jatuhkan Drone Houthi

One Comment