Inilah 2 Jenis Helikopter Andalan TNI yang Muat Sekaligus di Perut Airbus A400M Atlas

Sayap baru TNI AU, yakni Airbus A400M Atlas, selain mampu menjalankan peran sebagai tanker udara, kebisaan pesawat rancangan konsorsium tujuh negara ini juga dapat membawa wahana udara yang selama ini tak bisa diangkut oleh C-130 Hercules, persisnya ada dua helikopter utama TNI yang dapat diangkut sebanyak dua unit dalam sekali terbang.
Pengerahan helikopter ke pangkalan aju atau wilayah operasi yang jaraknya jauh, selama ini lazim menggunakan C-130 Hercules. Namun, karena keterbatasan kapasitas, umumnya yang dapat dibawa Hercules TNI AU adalah helikopter sekelas NBO-105, AS365 N3 Dauphin atau NBell-412. Dengan rotor yang dilepas, setiap C-130 hanya mampu membawa satu unit helikopter yang disebut tadi.
Dengan keunggulan payload yang mencapai 37 ton plus volume ruang kargo 340 m3 dengan penampang 4 x 4 meter, maka satu unit A400M diproyeksi mampu membawa langsung dua unit helikopter angkut sedang, atau helikopter serbu andalan TNI, menjadikan penggelaran kekuatan udara dapat dilakukan lebih cepat dan lebih aman ke wilayah operasi.
Dalam acara media roundtable di Kantor Airbus Indonesia, Gerd Weber, Head of A400M Program menyebut, bahwa A400M dapat membawa dua unit helikopter H225M Caracal atau dua unit helikopter serang AH-64E Apache. Dua jenis helikopter yang saat ini sangat diandalkan, seperti Caracal TNI AU punya fungsionalitas tinggi di medan konflik, sementara AH-64E Apache adalah helikopter serang tercanggih dan menjadi ikon kavaleri udara Puspenerbad TNI AD.

Airbus A400M memang dirancang untuk mengangkut helikopter, dan ukurannya memungkinkan untuk memuat dua unit helikopter sekelas H225M Caracal secara bersamaan.
A400M bisa membawa dua unit helikopter seperti H225M Caracal (atau pendahulunya, Cougar/Puma) dalam konfigurasi tertentu, meskipun ini adalah muatan yang sangat besar dan memerlukan penyesuaian. Kemampuan ini sering disebut-sebut sebagai salah satu keunggulan A400M. Pengangkutan Caracal oleh A400M telah sukses diuji coba Angkatan Udara Perancis.

Sementara untuk AH-64 Apache, Angkatan Udara Inggris (RAF) punya pengalaman tersendiri, Airbus A400M (yang dinamakan Atlas C.1 di RAF) dapat membawa dua unit helikopter serang sekelas Apache, termasuk Apache milik Angkatan Darat Inggris (yang kini menggunakan varian AH-64E).
Meski dapat membawa dua Apache, namun beberapa jurnal menyebut memuat dua unit Apache secara bersamaan akan sangat menantang dari segi dimensi dan kemungkinan tidak akan muat tanpa pembongkaran yang sangat ekstensif dan tidak praktis.
Berbeda dengan helikopter Tiger yang jauh lebih ramping. Setelah demontase, dimensi sisa kerangkanya memungkinkan dua unit untuk diletakkan berdampingan (secara memanjang) atau berdekatan di dalam ruang kargo A400M, dengan jarak yang memadai untuk penambatan.
https://www.indomiliter.com/diangkut-airbus-a400m-jerman-kirim-dua-helikopter-h145m-ke-kabul/
Untuk memuat dua helikopter H225M Caracal dari kondisi siap terbang hingga siap diangkut di dalam A400M, waktu total yang realistis mungkin berkisar antara 4 hingga 6 jam atau lebih, tergantung pada jumlah dan pengalaman tim teknis yang bertugas. Kemudian terkait ketersediaan peralatan penunjang di lokasi pemuatan, hingga prosedur keamanan dan penambatan yang harus dipatuhi.
Waktu yang lebih singkat mungkin bisa dicapai dalam latihan, tetapi dalam operasi nyata, kehati-hatian dalam penanganan muatan penting untuk keselamatan penerbangan. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/sisi-lain-c-130-hercules-tni-au-angkut-helikopter-ke-pangkalan-aju/



“bahwa A400M dapat membawa dua unit helikopter H225M Caracal atau dua unit helikopter serang AH-64E Apache.”
Layak untuk ditambah lagi dan genapkan 6 unit A400M 👍