Peran Ekstra Weapon Systems Officer (WSO) di Boeing F-15EX, ‘Dirijen’ Misi MUM-T dan JADC2

Saat Angkatan Udara AS (USAF) memilih Boeing F-15EX Eagle II sebagai bagian dari rencana pengadaan mereka, maka sudah menjadi pertimbangan bahwa jet tempur twin engine ini kelak akan dioptimalkan untuk menjalankan misi Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) dan Joint All Domain Command and Control (JADC2). Selain bekal fitur dan sensor yang canggih, desain F-15EX yang tandem seat, menyiratkan kesiapan Boeing untuk peran MUM-T dan JADC2 di F-15EX.
Keberadaan kursi kedua di F-15EX menjadi salah satu fitur utama yang membedakannya dari varian kursi tunggal yang lebih tua, seperti F-15C, yang akan digantikan oleh F-15EX. Persisnya, kursi kedua tersebut secara khusus disediakan untuk Weapon Systems Officer (WSO), yang sangat penting untuk mengelola – (ibarat dirijen yang mengatur orkestra) – sistem dan data yang kompleks dalam misi modern seperti JADC2 dan MUM-T.
Dan keberadaan WSO mengindikasikan F-15EX dirancang untuk peran yang sangat kompleks. Dalam MUM-T, WSO berfungsi sebagai “manajer armada drone.” Sementara pilot fokus pada tugas utama menerbangkan pesawat dan menjaga kewaspadaan taktis, WSO dapat sepenuhnya mendedikasikan perhatiannya untuk mengendalikan hingga beberapa drone – Collaborative Combat Aircraft (CCA) dan Loyal Wingman sekaligus. Ini mencakup mengalokasikan target, merencanakan manuver drone, dan memastikan mereka beroperasi secara sinkron dengan F-15EX dan aset lain.

WSO juga mengelola aliran data real-time yang masuk dari drone. WSO akan menganalisis data sensor dari drone dan mengidentifikasi ancaman atau target yang terdeteksi di garis depan, lalu meneruskannya kepada pilot atau unit lain.
Tanpa WSO, beban kognitif pada pilot akan sangat tinggi. Mereka harus menerbangkan pesawat berkecepatan tinggi sambil mengendalikan beberapa drone dan memantau banyak layar. Dengan adanya WSO, pembagian tugas ini membuat misi menjadi lebih efisien dan aman.

Sementara dalam peran JADC2, maka F-15EX bertindak sebagai simpul (node) kunci dalam jaringan informasi. Disini WSO berperan sebagai “manajer jaringan” atau “penyaring data.” Data dari berbagai domain (udara, darat, laut, ruang angkasa) akan mengalir ke kokpit F-15EX. WSO akan memproses dan menyaring data masif ini secara real-time untuk mengambil keputusan penting, seperti mengidentifikasi target atau ancaman prioritas tertinggi.
WSO bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi taktis yang kritis ke platform lain di dalam jaringan JADC2, memastikan semua unit di medan tempur memiliki gambaran situasi yang sama. Keberadaan WSO memungkinkan F-15EX memanfaatkan sepenuhnya arsitektur Open Mission Systems dan sistem digitalnya, dengan mengintegrasikan data dari satelit, pesawat lain, dan unit darat, yang semuanya dikelola oleh WSO.
https://www.indomiliter.com/f-15ex-makin-canggih-bae-systems-kembangkan-epawssv2-daya-pemrosesan-ditingkatkan-mampu-menangani-lebih-banyak-ancaman/
kehadiran WSO membuat F-15EX menjadi platform komando dan kontrol yang lebih efektif daripada jet tempur kursi tunggal, di mana satu pilot harus menangani semua tugas. Pembagian tugas ini mengoptimalkan kemampuan platform dan pilot dalam lingkungan pertempuran modern yang sangat kompleks dan penuh data.
Selain peran WSO dalam MUM-T dan JADC2, peran WSO di F-15EX sangatlah vital dan multifungsi, seperti manajemen senjata dan sensor, perang elektronik, pengumpulan intelijen dan pengintaian, sampai manajemen misi yang kompleks. Dalam misi yang memerlukan koordinasi dengan banyak unit lain, seperti misi serang gabungan, WSO akan menjadi penghubung. (Gilang Perdana)


