Diduga Diluncurkan dari Sukhoi Su-57, Otoritas Ukraina Perlihatkan Puing Rudal Jelajah Stealth Kh-69

Kerap disebut sebagai senjata untuk jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon, rudal jelajah berdesain siluman, Kh-69, telah digunakan Rusia untuk melancarkan serangan ke wilayah Ukraina timur sejak tahun lalu. Namun, baru kali ini pihak Ukraina dapat mengonfirmasi keberadaan puing-puing dari Kh-69 lewat publikasi di media.

Baca juga: Jet Tempur Stealth Su-57 Felon Gelar Serangan ke Ukraina Timur dengan Kh-69 “The Russian Storm Shadow”

Otoritas Ukraina telah mengonfirmasi penemuan puing-puing rudal jelajah stealth Rusia, Kh-69, setelah serangan udara skala besar di Kyiv. Layanan Darurat Negara Ukraina (DSNS) melaporkan bahwa tim penjinak bom berhasil menetralkan hulu ledak rudal Kh-69 yang jatuh, yang mendarat di halaman sebuah rumah di pinggiran Kyiv.

Mesiu pada hulu ledak Kh-69 telah dimuat dengan hati-hati menggunakan peralatan khusus dan diangkut untuk dihancurkan di lokasi yang aman. Militer Ukraina mengatakan bahwa rudal tersebut dicegat sebelum mencapai targetnya. Mereka mencatat bahwa Kh-69 membawa hulu ledak klaster.

Vadim Kushnikov, direktur eksekutif Militarnyi dan pakar penerbangan, mengatakan senjata ini merupakan evolusi serius dalam kemampuan serangan Rusia.

Kh-69 merupakan kelanjutan dari seri Kh-59, khususnya MK2. Platform peluncuran Kh-69 yang paling mungkin adalah Su-57, tetapi juga dapat diluncurkan dari pesawat Su-30MK, Su-35, dan Su-34. Perlu dicatat bahwa rudal ini terutama dirancang untuk digunakan dengan jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia, sebagaimana ditunjukkan oleh desain ergonomis dan kompatibilitasnya dengan kompartemen senjata internal.

Prototipe Kh-69, yakni X-69 pertama kali diperlihatkan ke publik saat Pameran Pertahanan Army 2022. Dan dibalik desainnya yang tak lazim jika dibandingkan kebanyakan rudal jelajah produksi Rusia, diketahui bahwa desain rudal tersebut sengaja disesuaikan agar Kh-69 pas untuk dapat dibawa dan diluncurkan dari internal weapon bay jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon.

Dengan desain persegi yang tidak biasa, bentuk ini membuatnya lebih mudah untuk dipasang di badan pesawat tempur Su-57. Raduga State Machine Building Design Bureau sebagai perancang Kh-69 menyebut bahwa rudal ini punya kemampuan stealth dari bentuk bodi rudal dan lapisan khusus pada materialnya.

Disokong mesin turbojet, Kh-69 mampu melesat 750 – 1.000 km per jam. Untuk sistem pemandu dan navigasi, Kh-69 mengadopsi NACS yang berbasiskan INS navigation yang dipadukan complex radio altimeter, speedmeter dan electo optical system). Raduga State Machine Building Design Bureau sebagai perancang Kh-69 mengklaim bahwa akurasi rudal ini ada di rentang 5–7 meter.

Rudal Jelajah Kh-69 Siap Diluncurkan dari Sukhoi Su-57, Targetkan Stasiun Kereta Api dan Persimpangan

Rudal jelajah Kh-69 dibuat untuk menghancurkan infrastruktur transportasi, termasuk stasiun kereta api dan persimpangan. Kh-69 dapat terbang mulai pada ketinggian 200 meter sampai 11.000 meter. Bahkan dalam moda flight altitude over ground surface, ketinggian terbang Kh-69 bisa hanya 50 meter saja dari permukaan. Sementara jarak jelahnya ditarget sampai 290 Km.

Satu paket dengan Su-57, rudal Kh-69 juga dipasarkan Rusia untuk pasar ekspor (Kh-69E), itu dibuktikan dari dipamerkannya rudal Kh-69 dalam Dubai Airshow 2023 di Uni Emirat Arab. (Gilang Perdana)

Zhuhai Airshow 2024 – Rusia Tampilkan Lima Senjata Unggulan untuk Sukhoi Su-57E