L3Harris Luncurkan Wolf Pack Series – Rudal Jelajah Ringan Modular dengan Biaya Lebih Ekonomis

L3Harris Technologies, perusahaan pertahanan dan teknologi asal Amerika Serikat, meluncurkan seri amunisi jarak jauh “Wolf Pack” pada 17 Juli 2025, yang dirancang untuk membanjiri musuh dengan kawanan amunisi kinetik dan nonkinetik berbiaya rendah.
Baca juga: Iran Pamer ke Menhan Rusia, Rudal Hanud Misterius “358” yang Disebut Berbiaya Murah
Amunisi yang identik sebagai rudal jelajah ringan (light cruise missile) ini diperkenalkan sebagau solusinyang memiliki jangkauan jarak jauh dan berbiaya rendah, untuk menciptakan kemampuan “massa terjangkau”. Sistem sejenis kini sedang dikembangkan atau diproduksi oleh Anduril Industries, Lockheed Martin, General Atomics, Zone 5 Industries, dan lainnya, dalam berbagai program di berbagai angkatan militer, lantaran ada permintaan dari Pentagon akan amunisi jarak jauh yang serbaguna dan terjangkau yang dapat digunakan di berbagai platform udara, darat, dan maritim.
L3Harris mengklaim Wolf Pack berharga sekitar sekitar $300.000 hingga $400.000 per unit (tergantung muatannya), ini jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rudal jelajah jarak jauh yang harganya lebih dari $1 juta per unit. Pejabat program Wolf Pack mengatakan 41 uji terbang telah dilakukan, dan desainnya berkembang dari konsep hingga produksi dalam waktu kurang dari lima tahun.
Seri amunisi Wolf Pack terdiri dari dua produk yang secara desain identik, yaitu Red Wolf dan Green Wolf, yang masing-masing menunjukkan amunisi efek kinetik dan amunisi untuk serangan elektronik. Keduanya modular dan dapat menerima berbagai muatan, meski begitu pihak L3Harris tidak dapat mengungkapkan jenis hulu ledak spesifiknya.

Red Wolf dapat mendeteksi, mengidentifikasi, menemukan, dan melaporkan apa yang ada di area pertempuran. Namun, L3Harrris menolak membahas sistem pencari pada Red Wollf. Amunisi-amunisi ini dapat berkolaborasi dan ditargetkan ulang selama misi.
Dalam skenario ideal, Red Wolf dan Green Wolf akan diluncurkan dari udara dari helikopter atau drone, atau dari sistem peluncuran vertikal permukaan—dan terbang ke area target, di mana Red Wolf akan mengganggu pertahanan dan berpotensi melakukan penilaian kerusakan pasca serangan, sementara Green Wolf akan menukik ke target untuk menghancurkannya secara kinetik.

“Kedua amunisi dapat diluncurkan bersamaan untuk menciptakan kekacauan di area serangan”, kata Jen Lewis, presiden sistem tempur udara L3Harris.
Red Wolf dan Green Wolf masing-masing dapat dioperasikan di seluruh domain, dan desain modularnya memberikan kesamaan kemampuan. L3Harris menyebut Departemen Pertahanan AS dapat berbagi biaya dan mencapai efisiensi dalam pengeluaran mereka. Lewis mengatakan bahwa biaya pengembangan dan integrasi telah dikeluarkan, “Dengan investasi yang telah kami dan pelanggan kami lakukan. Mereka telah dikembangkan, diuji, dan terbukti.”
https://www.indomiliter.com/lockheed-martin-perkenalkan-common-multi-mission-truck-cmmt-rudal-jelajah-berbiaya-murah/
Amunisi ini memiliki kecepatan high subsonic dan jangkauan sekitar 370 kilometer, dengan ketinggian maksimum sekitar 12.192 meter. Para pejabat tidak dapat membahas fitur kemampuan bertahan hidup, meskipun amunisinya dibentuk sedemikian rupa sehingga menunjukkan bahwa penampang radar merupakan faktor dalam desainnya.
Kini Wolf Pack sedang dalam produksi awal dengan tingkat produksi rendah dan ditujukan pertama kali untuk melengkapi helikopter serang Marinir seperti AH-1Z dan helikopter Seahawk Angkatan Laut AS.
Wolf Pack tidak menunjukkan opsi pemuatan pada pesawat tempur seperti F/A-18E/F atau F-35, tetap 12 unit Wolf Pack dapat diakomodasi pada F/A-18E/F, bahkan amunisi tersebut akan muat di dalam ruang senjata F-35 serta di rak eksternal. (Gilang Perdana)


