Angkatan Darat Inggris Uji Tembak Senjata Laser Anti Drone dari Rantis Lapis Baja

Punya kemampuan menjatuhkan drone dengan biaya kurang dari £10 per tembakan, atau hanya sekitar Rp160.000, telah mendorong militer Inggris untuk serius mengaptasi senjata laser untuk misi anti drone, terlebih rangkaian uji coba DragonFire telah menuai sukses dalam beberapa kesempatan.

Baca juga: Inggris Sukses Uji Coba DragonFire – Sistem Hanud Berbasis Laser Berbiaya Murah, Sekali Tembak ‘Hanya’ Rp160.000

Dan belum lama ini ada kabar lanjutan dari Negeri Raja Charles, bahwa Angkatan Darat Inggris (Royal Army) telah memulai uji coba penggunaan high-powered laser weapon yang dipasang pada kendaraan taktis (rantis) lapis baja.

Seperti dikutip gov.uk (22/7/2024), uji coba penembakan senjata laser dilakukan di Dstl’s range, Porton Down, Inggris, menunjukkan senjata laser dapat menetralisir target drone pada jarak lebih dari 1 km. Senjata laser berenergi tinggi yang dipasang pada rantis lapis baja Wolfhound 6×6 mewakili lompatan maju yang besar dalam program Demonstrator Land Laser Directed Energy Weapon (LDEW) yang memberikan peningkatan keuntungan operasional di medan perang.

Lightweight portable high energy laser system adalah senjata laser pertama yang terintegrasi pada kendaraan darat yang ditembakkan di Inggris. Demonstrasi kemampuan tingkat lanjut ini akan memungkinkan Kementerian Pertahanan bersama dengan Angkatan Darat Inggris untuk memahami kegunaan sistem LDEW melawan ancaman yang terus berkembang.

Tahap pengujian berikutnya akan melibatkan uji coba dengan personel Angkatan Darat Inggris pada akhir tahun ini, yang selanjutnya akan mengevaluasi kemampuan dan manfaat sistem dalam skenario dunia nyata. Sistem berbiaya rendah sepenuhnya portabel, berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Sistem senjata laser ini dapat melacak banyak target dan menyerang lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Sistem senjata ini beroperasi dengan command and control system dan dapat diintegrasikan dengan wider battle management radar dan surveillance systems. Senjata laser ini dapat dipasang pada berbagai platform untuk memenuhi kebutuhan operasional yang berbeda.

Dengan keberhasilan menembakkan senjata laser pertama yang terintegrasi pada kendaraan darat di Inggris, Defence Science and Technology Laboratory (Dstl) bersama beberapa mitra industri, atas nama Kementerian Pertahanan, telah membuktikan bahwa sistem senjata laser energi tinggi dapat melacak, menyerang, dan mengalahkan target saat dipasang pada kendaraan.

Laser Directed Energy Weapon (LDEW) yang diuji coba oleh Angkatan Darat Inggris melibatkan beberapa manufaktur seperti Raytheon UK, Frazer-Nash, NP Aerospace, LumOptica, Blighter Surveillance Systems, dan Cambridge Pixel. (Gilang Perdana)

Inggris Ciptakan (Lagi) Sistem Hanud Anti Drone Berbiaya Murah, Bukan Berbasis Laser Tapi Frekuensi Radio