Category: Kapal Perang

Leonardo Strales Sovraponte 76/62 – Meriam “Superfiring” di OPV/Frigat PPA Paolo Thaon di Revel Class TNI AL

Selain Leonardo (Otobreda) 127/64 pada haluan yang menjadi meriam utama, pada dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon di Revel class, yang diakuisisi TNI AL, juga tedapat senjata di katergori meriam lainnya, yang dimaksud adalah satu unit Leonardo 76 mm/62 Strales Sovraponte anti-aircraft gun, yang ditempatkan pada posisi di atas hanggar helikopter menghadap buritan. (more…)

Indonesia Raih Pendanaan dari BNP Paribas untuk Akuisisi Dua OPV/Frigat PPA Paolo Thaon di Revel class

Meleset dari jadwal kedatangan yang tadinya diperkirakan pada bulan Oktober lalu, rupanya aspek pendanaan pada dua unit OPV rasa Frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, baru saja dituntaskan. Seperti halnya pengadaan alutsista bernilai tinggi, maka pengadaan OPV PPA Paolo Thaon di Revel class mengandalkan hutang alias pinjaman luar negeri. (more…)

Jepang Luncurkan “Nihonbare” – Landing Craft Utility (LCU) Berbobot 2.400 Ton untuk Angkatan Darat

Bila TNI AD memiliki Dinas Pelayaran Angkatan Darat (Dislaikad) yang mengoperasikan berbagai jenis kapal, termasuk Landing Craft Utility (LCU), maka demikian pula dengan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang, memiliki dinas sejenis yang Je LCU untuk mendukung operasi angkatan darat terutama dalam transportasi logistik, personel, dan alat tempur ke berbagai pulau. (more…)

Pilah Pilih Meriam Utama KCR 60 TNI AL, Tetap di Kaliber 57mm atau Upgrade ke 76mm?

Bofors 57 MK3 (kiri) dan OTO Mlelara 76 (kanan)

Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)

Pesanan OPV/Frigat PPA Paolo Thaon Di Revel Class untuk Indonesia, Versi Full atau Light+? Yang Jelas ada Otobreda 127/64

Setelah Kementerian Pertahanan Indonesia dan Fincantieri menandatangani kontrak pembelian dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon Di Revel class pada 28 Maret 2024, selanjutnya pertanyaan dari netizen adalah versi apa yang dibeli Indonesia? Apakah nanti sudah didatangkan berikut persenjataan, atau masih ‘kosongan’? (more…)

31 Tahun Dioperasikan TNI AL, KRI Pulau Romang 723 (Kondor Class) Resmi Purna Tugas

Dalam dinamika armada, ada kapal baru yang diresmikan maka sebaliknya akan ada kapal yang masuk masa purna tugas. Seperti belum lama ini, Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) memensiunkan salah satu asetnya, yakni KRI Pulau Romang 723 (PRM-723) di Dermaga Sunda Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (06/02). Purna tugasnya kapal tersebut ditandai dengan pelepasan ular-ular perang dan penyerahan properti lonceng sebagai koleksi Museum Pusat TNI Angkatan Laut Jalesveva Jayamahe. (more…)

Frigat Van Speijk Class Dianggap Paling ‘Feasible’ untuk Dikonversi Jadi Kapal Patroli Bakamla

Dari segi usia, frigat Van Speijk class (aka – Ahmad Yani class) adalah kapal kombatan utama TNI AL yang usianya paling tua saat ini. Dari enam unit yang dibeli bekas dari Belanda pada dekade 80-an, kini tinggal lima unit yang masih beroperasi, setelah KRI Slamet Riyadi 352 dikaramkan sebagai sasaran tembak pada latihan tempur pada 31 Juli 2023 di Laut Jawa. Dan lima unit Van Speijk class yang tersisa dijadwalkan untuk segera dipensiunkan bila TNI AL telah mendapatkan penggantinya. (more…)