Adopsi laser sebagai bagian dari elemen pertahanan udara (hanud) kini menjadi acuan pengembangan oleh beberapa manufaktur alutsista. Dari basis teknologi tinggi, nilai kontrak pengembangan dan pengadaan di lini senjata laser tak pelak ikut mendorong inovasi yang diluncurkan, baik implementasi di segmen hanud permukaan (darat) dan hanud kapal perang. (more…)
Bahwa kapal perang Amerika Serikat acap kali ke Indonesia, entah itu ‘sekedar’ melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) atau kunjungan sandar, rasanya sudah lazim kita dengar. Kebanyakan dari yang hadir di Indonesia adalah kapal-kapal dengan tonase besar, sekelas frigat, destroyer sampai kapal angkut amfibi. Namun ada yang berbeda di Lampung. (more…)
Di luar kelaziman, ternyata Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ternyata telah memilih truk taktis – heavy duty truck rancangan bekas negara Uni Soviet. Meski yang dibeli merupakan truk produksi Ukraina, yang notabene kini menjadi sekutu dekat AS dan NATO, namun tak bisa dikesampingkan produk-produk lansiran Ukraina masih kental dengan cita rasa Soviet dan Rusia. (more…)
Pada awal dekade 70-an, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) mengumandangkan program yang disebut Advanced Attack Helicopter (AAH). Yang dicari AD AS adalah spesifikasi helikopter serang yang lebih strong dibandingkan dengan AH-1 Cobra. Merespon program tersebut, deretan manufaktur dirgantara langsung meresponnya dengan pengajuan proposal dan penawaran desain helikopter anyar. (more…)
Sebagai dua negara yang bersekutu abadi, Amerika Serikat dengan kemampuan adidaya, lazimnya yang memasok sistem persenjataan ke Israel. Namun, rupanya ada yang berbeda dalam kasus rudal hanud (pertahanan udara), dimana Angkatan Darat AS (US Army) justru menjatuhkan pilihan untuk mengakuisisi Iron Dome besutan Israel. Meski sebatas mendatangkan dua baterai (kompi), adopsi Iron Dome untuk operasional US Army adalah sebuah loncatan dan kecepercayaan besar bagi industri militer Negeri Yahudi. (more…)
Ada kabar anyar dalam jagad kesenjataan artileri global, dimana Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) untuk pertama kalinya mewartakan, bahwa berhasil melakukan tembakan lengkung dari howitzer hingga jarak 70 km. Bukan hanya soal jarak jangkauan, namun lebih dari itu, tembakan tersebut dikatakan punya akurasi sangat tinggi. (more…)