Amerika Serikat sempat dibuat cemas ketika Cina tak kunjung menarik kapal perangnya dari Lanal Ream di Kamboja, bahkan ada dugaan Cina akan menempatkan kehadiran kekuatan lautnya secara permanen di pangkalan yang langsung menghadap Laut Cina Selatan tersebut. Meski belum tentu terkait langsung, rupanya AS punya jurus ampuh untuk membalas, yakni dengan membuat Cina kesal plus ketar-ketir. (more…)
Meski sudah disebut sebelum tahun 2016, namun hingga kini tidak ada informasi resmi yang menjelaskan bahwa senjata anti tank AT-4 produksi Saab Bofors Dyanmics telah dijual ke Indonesia. Bahkan di tahun 2016, pimpinan Saab di Indonesia pernah menyebut, belum ada AT-4 yang dikirimkan ke Indonesia, yang kala itu menanggapi informasi di wikipedia yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara pengguna AT-4. (more…)
Kilas balik ke tanggal 9 Januari 2020, saat itu Iran melancarkan serangan rudal balistik (Fateh-313 dan Qiam-1) ke pangkalan militer Ain al-Asad dan pangkalan militer Arbil di Irak. Kedua pangkalan militer merupakan basis dari pasukan Amerika Serikat. Serangan Iran dilakukan sebagai pembalasan atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani oleh rudal Hellfire R9X Ninja “Flying Ginsu” yang dilepaskan drone tempur MQ-9 Reaper di Bandara Baghdad. (more…)
Provokasi Cina atas Filipina dalam beberapa hari ini mulai berkurang, setelah untuk pertama kalinya Angkatan Darat AS (US Army) mengerahkan Typhon Weapon System di sisi utara Pulau Luzon. Meski kehadiran Typhon Weapon System dalam tajuk Latihan Salaknib 2024, namun apa yang dibawa Typhon Weapon System dipercaya dapat membuat Beijing berpikir dua kali untuk mencoba melakukan provokasi ke Filipina, terutama dalam waktu dekat ini. (more…)
Populer setelah dipasang pada kapal cepat Watercat M12 (Mortar Boat), mortir kaliber 120 mm Patria Nemo belum lama ini diperkenalkan oleh BAE Systems sebagai paket senjata utama pada Armored Multi Purpose Vehicle (AMPV) – prototipe ranpur roda rantai yang dipersiapkan sebagai pengganti M113. Seperti apakah kemampuan Patria Nemo ketika dipasang pada ranpur roda rantai? (more…)
Relokasi anggaran pertahanan rupanya tak hanya dialami oleh Indonesia, sekelas Negeri Paman Sam nyatanya harus melakukan gebrakan besar terkait pengembangan program alutsista masa depan. Salah satunya yang belum lama mendapat sorotan adalah keputusan dari Angkatan Darat AS (US Army) untuk membatalkan program Future Attack Recon Aircraft (FARA). (more…)
Demam refurbished pada alutsista bukan hanya terjadi di Indonesia, faktanya negara super kuat seperti Amerika Sertika juga melakukan refurbished alias pembaruan pada arsenal persenjataan yang dipandang telah berusia tua, namun masih punya potensi untuk digunakan dalam operasi. Seperti Angkatan Darat AS (US Army) yang melakukan refurbished pada 1.900 unit rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) FIM-92 Stinger. (more…)
Bila solusinya tidak pas, urusan menghancurkan atau menetralisir drone kamikaze bisa membuat operator boncos, sebut saja untuk mengancurkan drone kamikaze yang harganya ratusan dollar tapi dihancurkan dengan rudal hanud seharga ratusan ribu dollar. Mungkin dipadan efektif pada awal-awal, tapi untuk mengantisipasi serangan drone kamikaze yang berkelanjutan, maka dibutuhkan solusi persenjataan anti drone yang ideal. (more…)
Rudal Spike besutan Rafael Advanced Defense Systems, punya tempat tersendiri di mata pasukan Amerika Serikat. Selain digunakan oleh pasukan infanteri Angkatan Darat AS (Spike SR), ada kabar bahwa keluarga rudal anti tank ini juga digunakan oleh helikopter serang US Army AH-64 Apache. Persisnya Angkatan Darat AS melengkapi helikopter serang Apache dengan rudal Spike-NLoS (Non Line of Sight). (more…)
M2 Bradley yang kini berlaga di medan perang Ukraina, usianya sudah tidak muda, pasalnya ranpur jenis Infantry Fighting Vehicle (IFV) ini mulai dioperasikan Angkatan Darat AS (US Army) pada tahun 1981. Dengan desain yang mulai terlihat usang dan teknologi yang mulai tertinggal, maka US Army kini mulai mempersiapkan ranpur pengganti M2 Bradley. (more…)