
Pameran pertahanan International Defence Exhibition (IDEX) 2025 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (17 – 21 Februari 2025), juga diramaikan dengan penampilan produk pertahanan tuan rumah. Persisnya, UAE National Guard (Garda Nasional UEA) memperkenalkan prototipe kendaraan hybrid (hidrida) lapis baja dengan teknologi navigasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu beroperasi jarak jauh. (more…)

Meski baru diserahkan pada tahun 2027, namun ada kabar bahwa Dassault Aviation telah meluncurkan unit pertama Rafale F4 pesanan Uni Emirat Arab. Peluncuran dilakukan di hadapan pejabat pertahanan dan pemimpin industri, yang menunjukkan kemajuan Dassault Aviation dalam menjalankan kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2021. (more…)

Saab dalam pernyataan pada 17 September 2024, menyebut bahwa telah mengirim unit kelima dari pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning & Control) berbasis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) GlobalEye pesanan Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA). (more…)

Mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, Irak dikabarkan juga akan mengakuisisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang KM-SAM Block II dari Korea Selatan. Menurut Defense Arabic pada 9 September 2024, Menteri Pertahanan Irak Thabet Al-Abbasi mengumumkan bahwa kontrak untuk sistem rudal KM-SAM Block II (Cheongung II) telah dirampungkan dan akan ditandatangani minggu depan. (more…)

Selain dikenal sebagai negara kaya di Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA) secara politik juga punya sisi menarik, yakni ingin ‘dekat’ dengan poros Amerika Serikat/Barat dan Cina/Rusia. Pun dalam pengadaan alutsista, UEA mengakuisisi persejataan dari Rusia, sebut saja ranpur BMP-3 dan sistem hanud Pantsir S-1. Bicara drone tempur (UCAV), UEA adalah operator Wing Loong II buatan Cina. (more…)

Ibarat api dalam sekam, negara-negara di Timur Tengah yang notabene kuat secara finansial, dibuat tak berdaya bila mengiginkan je tempur stealth dari Amerika Serikat. Dengan standar ganda, AS sejauh ini hanya mengizinkan Israel sebagai pengguna jet tempur F-35 Lightning II, sementara negara lain yang juga bersekutu dengan Washington, dibuat menjadi inferior jika dibandingkan Israel. (more…)

Dua negara Petro Dollar di Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ternyata punya kesamaan selera dalam pilihan sistem hanud rudal jarak sedang, yakni sama-sama telah menetapkan pilihan pada KM-SAM (Korean Medium-range Surface-to-Air Missile) Block II atau disebut Cheongung II. (more…)

Sebelum memutuskan untuk memborong 80 unit jet tempur Rafale F4 pada tahun 2021, sejatinya Uni Emirat Arab (UEA) lebih dulu kepincut untuk bisa membeli jet tempur steath F-35 Lightning II, sebagai negara tajir di Timur Tengah, tidak ada yang meragukan secara finansial bahwa UEA mampu membeli F-35. (more…)

Selain Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) juga menawarkan jet tempur Mirage 2000-nya ke Indonesia. Bahkan, varian yang dimiliki UEA lebih baru dan lebih modern ketimbang milik Qatar, yakni Mirage 2000-9 yang punya kemampuan air refueling atau pengisian bahan bakar di udara. Tertarik dengan Mirage 2000-9 UAE, Panglima TNI (saat itu) Laksamana TNI Yudo Margono pada 23 Maret 2023, sempat melihat langsunhg kondisi armada Mirage 2000-9 di Pangkalan Udara Al Dhafra. Dan ada kabar terbaru, bahwa Mirage 2000-9 milik UAE kini dikabarkan sudah laku dibeli negara lain. (more…)

Rencana pengadaan 12 jet tempur Mirage 2000-5 eks Angkatan Udara Qatar telah ditunda oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Terlepas nanti dilanjutkan atau justru dibatalkan, nama Mirage 2000-5 tetap diperhitungkan sebagai pengisi kekosongan (gap filling) sebelum tibanya jet tempur Rafale di Indonesia pada tahun 2026. (more…)