
Di Indonesia, produk ranpur amfibi 8×8 asal Ukraina boleh dikatakan belum mencapai kata sukses dalam pemasaran, lantaran Korps Marinir emoh melanjutkan pengadaan panser amfibi BTR-4. Tapi lain halnya dengan Thailand, Negeri Gajah Putih ini baru saja diwartakan mendapatkan kemitraan dari kelompok industri pertahanan Ukraina, UkrOboronProm. Dimana Thailand dipercaya untuk memproduksi ranpur komando BTR-3KS 8×8. (more…)

Desain dan lekuknya boleh dikata bak pinang dibelah dua dengan ranpur BTR-80 buatan Rusia, namun ini adalah BTR-3, yang asli buatan Ukraina dengan mesin besutan Jerman, serta usia yang masih terbilang baru, lantaran baru masuk fase produksi pada tahun 2001. Mengikuti garis keturunan BTR-80 yang terkenal laris, BTR-3 dalam beberapa varian juga sukses di ekspor ke 10 negara. Dan pada 15 April 2019, Kiev Armoured Plant, anak perusahaan Ukroboronprom mengumumkan varian terbaru BTR-3 yang diberi label BTR-3KS. (more…)

Meski membuat pukulan pada industri pertahanan Rusia, di sisi lain, sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang diterapkan Amerika Serikat justru membawa berkah dan kesempatan bisnis bagi Ukraina. Sebagai negara yang dahulu tergabung dalam Uni Soviet, Ukraina mempunyai basis sistem dan standar senjata yang relatif sama dengan Rusia. Bahkan, beberapa pasokan penting alutsista Uni Soviet berada di tangan Ukraina, sebut saja seperti mesin kapal. (more…)