
Setelah tahun lalu tampil memukau dalam demo udara di Aero India 2017, kini ada kabar bahwa jet tempur asal Swedia, Saab Jas-39 Gripen C/D akan unjuk kebolehan di Singapore AirShow 2018, ajang pameran dirgantara terbesar di Asia yang akan berlangsung 6-11 Februari mendatang. Berbeda saat Aero India 2017, dimana dua unit Gripen didatangkan langsung dari markasnya di Linköping, Swedia, maka untuk Singapore AirShow 2018, Gripen yang ditampikan bukan milik Swedia. (more…)

Militer Pakistan pernah merana saat mengalami embargo oleh Amerika Serikat di awal 1990-an, yang sebagain akibatnya langsung dirasakan armada F-16 A/B Fighting Falcon. Berangkat dari tekanan AS, menjadikan Pakistan bangkit menuju kemandirian industri alutsistanya. Atas dukungan dari Cina, maka munculah sosok JF-17 Thunder, jenis pesawat tempur ringan single engine yang sempat dinaiki Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraannya di Pakistan, Sabtu (27/1/2018) lalu. (more…)

Setelah combat management system, radar intai dan periskop untuk kapal selam Nagapasa Class (aka – Changbogo Class) dipaparkan pada artikel terdahulu, kini giliran sistem sonar yang menjadi perhatian pada kapal selam terbaru TNI AL tersebut. Wärtsilä, perusahaan teknologi dan energi asal Finlandia disebut-sebut menjadi pemasok solusi untuk sistem sonar untuk ketiga unit Nagapasa Class. (more…)

Meski manuvernya tak selincah kapal patroli, dan kecepatannya pun terbatas, tak menjadikan LST (Landing Ship Tank) lemah dalam hal fungsi penindakan hukum di laut. Seperti dibuktikan oleh KRI Teluk Bintuni 520 yang pada kamis (25/1/2018) lalu telah menggagalkan aksi pembajakan yang terjadi di Selat Berhala, kawasan Kepulauan Riau. Dua orang yang diduga perompak diamankan dari peristiwa tersebut. (more…)

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis baru saja melakukan lawatan resminya ke Indonesia. Pemegang level kedua otoritas pertahanan di AS, setelah Presiden dan Kongres ini pun membawa pesan penting terkait alutsista, khususnya di lini jet tempur. Pertama tentang keberatan AS bila Indonesia membeli Sukhoi Su-35, dan tentunya tawaran AS untuk pengadaan jet tempur baru untuk kebutuhan TNI AU. (more…)

Kehadirannya mungkin mengundang kontroversi, maklum jet tempur yang diberi label F-16 C/D Block52ID ini berasal dari refurbish F-16 C/D Block25 bekas pakai Air National Guard dan AU AS. Namun lewat program upgrade pada sistem avionik, kini Fighting Falcon TNI AU tersebut sudah punya standar fitur khas Block52. Persenjataan dengan rudal terbaru dan targeting pod pun diakuisisi untuk melengkapi Elang Penempur terbaru ini. (more…)

Langkah Airbus A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) untuk melenggang sebagai pesawat tanker untuk TNI AU nampaknya mendapat ‘tantangan,’ lantaran ada kabar bahwa TNI AU sedang mempertimbangkan Boeing KC-46A Pegasus sebagai alternatif yang mungkin bisa dipilih, baik Airbus A330 MRTT dan KC-46A punya spesifikasi yang relatif mirip, yakni dibangun dari pesawat widebody twin engine dan punya kemampuan multirole. (more…)

Indomiliter.com pada Juli 2017 pernah mengulas tentang Watchkeeper WK450, drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehice) dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) besutan Thales UK yang ditawarkan kepada TNI AU. Dan merujuk ke pemberitaan terbaru, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) dikabarkan dalam tahap finalisasi kerjasama pengembangan drone MALE untuk kebutuhan TNI AU. (more…)

Meski tengah menunggu kontrak pengadaan, dua unit kapal penyapu ranjau Frankenthal Class buatan Lurssen Defence telah dipinang TNI AL untuk memperkuat armada Satran (Satuan Kapal Ranjau). Nilai pengadaan untuk kedua kapal penyapu ranjau tersebut pun telah dipatok senilai US$204 juta. Meski belum diketahui kapan persisnya realisasi Frankenthal Class, namun menarik dicermati adalah bagaimana cara kapal ini menetralisir ancaman ranjau di lautan. (more…)

Penyerahan pesawat intai CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL pada 9 Januari 2018 mengundang perhatian para pemerhati alutsista. Lantaran pesawat yang diberi kode AX-2345 atau setelah diserahkan menjadi P-8304 tampil ‘beda’ dari CN-235 MPA Puspenerbal sebelumnya, diantaranya pada penempatan dan jenis konsol FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)