Tag: TNI AL

Republikorp Gandeng Fincantieri Bentuk Joint Venture Galangan Kapal Perang di Indonesia

Ajang pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Paris, Perancis, menjadi saksi bisu lompatan besar industri pertahanan swasta nasional Indonesia. Holding industri pertahanan swasta terbesar di Indonesia, Republikorp, melalui anak usahanya PT Republik Palindo Internasional (RPAL), secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis dengan raksasa galangan kapal perang dunia asal Italia, Fincantieri. (more…)

Buka Peluang Ekspor ‘Used Warship’, Jepang Jajaki Transfer Destroyer Asagiri Class ke TNI AL

Kabar mengejutkan datang dari panggung diplomasi pertahanan regional, di mana Jepang dan Indonesia secara resmi sepakat untuk memulai pembicaraan tingkat kerja terkait potensi transfer kapal perang perusak (destroyer) Asagiri class ke Jakarta. Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan bilateral di Tokyo antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. (more…)

Nostalgia “Battle of the Java Sea”: Fregat Siluman HNLMS De Ruyter (F804) Belanda Merapat di Surabaya

HNLMS De Ruyter (Liputan6)

Komando Armada II TNI AL kembali kedatangan tamu kehormatan dari belahan bumi Eropa, seiring dengan merapatnya fregat penjelajah mutakhir milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine), HNLMS De Ruyter (F804). Kapal perang berkemampuan siluman dari De Zeven ProvinciĆ«n class ini dilaporkan tengah melakukan pelayaran diplomasi jarak jauh ke wilayah Indo-Pasifik dan mengambil titik sandar terakhirnya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (more…)

Dampak Domino Embargo NSM: Bagaimana Peluang Indonesia? Perancis Siap Panen Berkah Lewat Exocet

Kebijakan sepihak Pemerintah Norwegia yang membatalkan kontrak pengadaan Naval Strike Missile (NSM) dengan Malaysia berbuntut panjang dan memicu efek domino yang signifikan di kawasan Asia Tenggara. Langkah dramatis ini menegaskan status baru rudal anti kapal buatan Kongsberg Defense and Aerospace tersebut, yang kini secara resmi telah bergeser menjadi senjata eksklusif yang hanya boleh diadopsi oleh Amerika Serikat, Australia dan negara-negara anggota aliansi NATO. (more…)