Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu. (more…)
Pada umumnya setiap vendor partisipan di Indo Defence punya kesempatan untuk produk atau solusinya diakuisisi oleh Kementerian Pertahanan, atau jika tak diakuisisi, minimal apa yang ditawarkan dapat diikutkan dalam proses tender. Dan seperti manufaktur otomotif dari Rusia, GAZ (Gorkovsky Avtomobilny Zavod) yang di Indo Defence 2018 lewat PT Rajawali Lintas Kreasi memperkenalkan rantis truk offroad GAZ Sadko Next 4×4 dan Ural 432007-31 6×6. (more…)
Nama panser VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) 6×6 terbilang kondang di seantero dunia, termasuk di Indonesia, panser buatan Renault Truck Defence ini menjadi basis awal terciptanya panser Anoa 6×6 produksi PT Pindad. Meski Indonesia tak lagi mengakuisisi varian terbarunya, VAB MK3, namun debut panser yang sudah 40 tahun combat proven ini masih menarik untuk diikuti, seperti pada IDEX2019 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, VAB MK3 dirilis dalam varian Infantry Fighting Vehicle (IFV). (more…)
China North Industries Group Corporation atau yang akrab dikenal dengan sebutan Norinco, sudah kondang dikenal sebagai pemasok alutsista papan atas, tidak hanya di luar negeri, produk lansiran Norinco cukup banyak dari jenis dan kuantitas pada arsenal persenjataan TNI. Meski Norinco tak memasok ranpur lapis baja (panser) berpenggerak 8×8 di Indonesia, namun manufaktur dari Negeri Tirai Bambu ini punya produk panser 8×8, yang boleh dikata setanding dengan panser jenis Pandur II, AV8 Gempita atau AV81 Terrex. (more…)
Hari Selasa kemarin ada yang spesial di jalan raya kota Ngawi, Jawa Timur, dimana 18 unit self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm melakukan kirab keliling kota. Meski disebut kirab, namun kirab atau pawai ini bukan dalam rangka unjuk kekuatan seperti halnya dalam memeriahkan suatu perhelatan. (more…)
Sampai saat ini memang belum ada foto yang memperlihatkan penggunaan senjata anti tank ini oleh militer Indonesia. Namun, situs Wikipedia.org menyebut PF-89 sebagai salah satu dari sekian ragam senjata anti tank yang digunakan oleh TNI AD. PF-89 adalah senjata anti tank tanpa pemandu, alias roket. Dirancang sejak dekade 80-an, PF-89 yang diproduksi China North Industries Group Corporation (Norinco) mempunyai prinsip sebagai senjata anti tank disposable.(more…)
Di arsenal senjata perorangan TNI, ternyata bukan Uzi dan Brugger & Thormet MP9 saja sebagai Submachine Gun yang hadir dengan magasin terletak di dalam grip, ada satu senjata lain dari Jerman, persisnya produksi Heckler & Koch yang telah digunakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Yang dimaksud disini adalah H&K MP7, jenis Submachine Gun yang menggunakan kaliber unik, 4,6 x 30 mm. (more…)
Mimpi setinggi langit tentu sah-sah saja, bahkan kadang perlu dilakukan untuk memberikan motivasi. Misalnya dalam jagad industri alutsista, mampu memproduksi helikopter serbu juga sudah dicanangkan, maklum sejatinya kebutuhan helikopter serbu alias gunship cukup besar untuk mendukung pergerakan militer di luasnya wilayah Indonesia. Selain desain Gandiwa yang pernah membuat heboh pada tahun 2014, jauh sebelumnya ternyata sudah ada Bumblebee-001. (more…)
Selain digunakan oleh Arhanud TNI AD, rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) MBDA Mistral juga sudah cukup lama dioperasikan oleh TNI AL, khususnya pada kapal perang jenis korvet dan frigat. Sebagai MANPADS, sudah barang tentu kodrat rudal ini untuk menggasak sasaran di udara. Namun, ada kabar terbaru datang dari Perancis, bahwa pihak MBDA belum lama ini telah memvalidasi kemapuan rudal Mistral dalam dual role capability.(more…)
Merujuk ke pemberitaan kami sebelumnya, bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah melakukan kontrak pengadaan dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk akuisisi 8 unit helikopter H225M Caracal untuk TNI AU dan 9 unit helikopter Serbu Bell-412 EPI untuk TNI AD. Bila H225M Caracal saat ini telah ada 6 unit yang dioperasikan TNI AU, maka berbeda dengan Bell-412 EPI, varian terbaru Bell-412 ini rencananya baru akan diserahkan PT DI pada Januari 2020. (more…)