Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah, militer Thailand, dalam hal ini Angkatan Laut, bisa dibilang jauh lebih mapan dibanding negara ASEAN lainnya. Sampai pada dekade 90-an, Thailand bahkan menjadi satu-satunya negara yang memiliki kapal induk. Tak hanya itu, Negeri Gajah Putih (RTNAD) juga masih mengoperasikan jet tempur tua dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL), AV-8S, turun kelas dari keinginannya AV-8B Harrier II.
Selain mengirimkan untuk kebutuhan TNI AU, PT Dirgantara Indonesia rupanya juga mengirimkan pesawat angkut dengan kemampuan sebagai “rain maker” untuk pasar ekspor. Dari hanggar Delivery Center PT DI Bandung, Senin, 1 Agustus 2022, dilangsungkan pengiriman satu unit pesawat NC-212i untuk Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand. (more…)
Belum lama berselang, yakni pada 30 Juli 2022, tempur MiG-29 milik Angkatan Udara Myanmar melakukan pelanggaran wilayah terbang, yakni penempur twin engine itu memasuki ruang udara Thailand tanpa izin. Buntut dari insiden tersebut, Angkatan Udara Thailand langsung memerintahkan scramble dengan menerbangkan dua F-16 Fighting Falcon. (more…)
Penduduk di sekitar Pangkalan Udara Udon Thani, 560 km dari Bangkok, melakukan protes atas deru dari jet tempur F-16 Fighting Falcon. Namun, yang diprotes bukan F-16 milik Thailand, melainkan dari F-16 milik Angkatan Udara Singapura, kok bisa? (more…)
Rencana besar Thailand untuk mengoperasikan kapal selam modern diesel listrik dengan teknologi AIP (Air Independent Propulsion) S26T Class nampaknya akan tertunda lumayan lama. Pasalnya, jadwal pengiriman kapal selam produksi China Shipbuilding and Offshore International Company (CSOC) itu benar-benar akan terkoreksi jauh. (more…)
Thailand rupanya mendapat manfaat optimal berkat kerja samanya dengan Cina. Dikenal lumayan banyak mengakuisisi alutsista dari Cina, Angkatan Laut Thailand saat ini diketahui tengah menanti dua jenis kapal perang produksi Cina. Yang pertama adalah bakal tibanya Landing Platform Dock (LPD) terbesar di Asia Tenggara, Type 071E, dan kapal selam diesel listrik dengan teknologi AIP (Air Independent Propulsion) S26T Class. (more…)
Dari yang tadinya sekedar lirak-lirik, namun lambat laun bisa jadi kepincut, contohnya pada kasus pemasaran jet tempur stealth F-35, Lockheed Martin seolah menyapu pesanan di sebagian besar negara Eropa Barat dan Skandinavia. Hal itu menjadikan F-35 sebagai jet tempur yang paling diinginkan saat ini, yang disisi lain, tak setiap negara berduit bisa langsung dapat lampu hijau untuk mengorder penempur single engine ini. Di Asia Tenggara, Thailand rupanya mulai serius untuk mengikuti jejak Singapura. (more…)
Belum lama ini galangan kapal Hudong Zhonghua shipyard di Shanghai, Cina, telah meluncurkan tiga kapal perang terbarunya. Yaitu dua unit frigat Type 054A, yang masing-masing pesanan AL Cina dan AL Pakistan. Sementara kapal ketiga adalah LPD (Landing Platform Dock) Type 071E pesanan AL Thailand. (more…)
Ada yang unik dari Korps Marinir Thailand, yaitu mampu mengkolaborasikan dua ranpur lapis baja amfibi dari dua kubu yang berbeda. Yang pertama dan sudah begitu dikenal adalah AAV7A1 (dikenal juga dengan sebutan LVTP-7) buatan Amerika Serikat. Dan satu lagi adalah Norinco ZBD05 buatan Cina, yang dalam versi ekspornya disebut VN16. (more…)
Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) diwartakan telah menerima tambahan empat unit helikopter H225M H225M Caracal (aka – EC-725 Super Cougar). Dengan penambahan ini, armada RTAF kini mengoperasikan 12 unit helikopter H225M sesuai dengan program modernisasi armada yang tengah dijalankan. Empat helikopter ini akan bergabung ke Skadron 203 yang bertugas pada misi combat search and rescue (SAR) serta transportasi pasukan. (more…)