Sampai tulisan ini dibuat, belum juga ada keputusan final dari pemerintah Indonesia terkait pemenang tender pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II Skadron Udara 14. Di sisi lain, publik pemerhati alutsista, pengambil keputusan, dan pihak user (TNI AU) telah mulai mengkristal pada ‘pilihannya’ masing-masing. Nama-nama besar seperti Sukhoi Su-35BM, Rafale, JAS 39 Gripen NG, F-16 Block 60, dan Typhoon masih harap-harap cemas menunggu putusan final dari Kementerian Pertahanan. (more…)
Tag: Sukhoi
Nasib Kilo Class Tak Menentu, Kapal Selam Negeri Ginseng Siap Meluncur
Dengan latar kerinduan menggebu pada kejayaan militer Indonesia di dekade 60-an, di mana saat itu Indonesia tak terbantahkan menyandang sebagai negara dengan militer terkuat di belahan Asia Selatan, membuat banyak kalangan di Tanah Air bekalangan eforia pada peralatan militer buatan Eropa Timur, khususnya asal Rusia. Segala yang ‘berbau’ Rusia begitu diagungkan. Tidak ada yang keliru dengan perspektif tersebut, pasalnya memang banyak produk alutsista besutan Rusia yang memang mumpuni, bandel dan mampu memberi efek getar. (more…)
Akhirnya Rusia Tawarkan Offset dan ToT Alutsista untuk Indonesia

Gara-gara sering disebut pelit untuk urusan ToT (transfer of technology), membuat pemerintah Rusia harus mengambil strategi lain agar pemasaran produk alutsista yang ditawarkan ke Indonesia bisa terus mulus, tak tergerus oleh kompetisi keras dari pemasok asal Korea Selatan, Eropa Barat dan AS yang rajin menawarkan skema ToT ke Indonesia. ToT menjadi isu yang krusial, mengingat pemerintah Indonesia telah mensyaratkan harus adanya ToT dalam tiap produk alutsista yang di impor. (more…)
Multi Role Tanker Transport: Solusi Air Refuelling Aneka Jet Tempur TNI AU
Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. (more…)
Gripen dan Typhoon Siap Unjuk Kebolehan Cockpit Demonstrator di Indo Defence 2014

5 November mendatang Indo Defence 2014 akan digelar di Kemayoran, Jakarta. Khusus pada proyek pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II TNI AU, para manufaktur dirgantara global sudah siap pasang kuda-kuda untuk membetot perhatian publik dan kalangan pengambil keputusan guna mendapatkan tender pengadaan jet tempur multirole generasi 4+.
(more…)
GSh-30-1 30mm: Kanon Sukhoi TNI AU: Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi

Tidak sah rasanya bila jet fighter dengan kualifikasi multirole dan air superiority hadir tanpa senjata internal. Meski konsep peperangan di udara masa kini dan di masa mendatang mengedepankan pada keunggulan rudal lintas cakrawala alias BVRAAM (beyond visual air to air missile), namun paduan sista untuk menghadapi duel jarak dekat (dog fight) tak bisa dihapuskan, ini dibuktikan dengan masih larisnya segmen rudal udara ke udara jarak pendek dan menengah. (more…)
OEPS-27: Penjejak Target Berbasis Elektro Optik di Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU
Banyak analisis militer memperkirakan bahwa pertempuran antar jet fighter di masa kini dan mendatang akan didominasi oleh pola kemampuan beyond visual range air to air missile, alasannya selain rudal jarak menengah dan jauh kian mumpuni, juga ditunjang kemampuan radar di pesawat tempur yang kian tajam, target dari jarak ratusan kilometer pun sudah dengan mudah diendus dan diidentifikasi. Belum lagi ada dukungan pesawat radar intai seperti AWACS, menjadikan seorang pilot dengan mudah melibas target dari balik cakrawala. (more…)
R-77: Lawan Tanding Terberat Rudal AIM-120 AMRAAM – “Pembunuh” dari Balik Cakrawala
Dalam polling yang dilakukan Indomiliter.com pada Oktober 2013, terungkap informasi bahwa lawan tanding terberat jet Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker TNI AU ialah F-15SG Strike Eagle RSAF (Republic of Singapore Air Force). Ada dua hal yang menjadi dasar kuat bahwa F-15SG menjadi lawan tanding terberat Sukhoi TNI AU. Pertama, memang diatas kertas Sukhoi Su-27/Su-30 dirancang untuk menandingi air superiority F-15. Lalu alasan kedua, kerapnya gesekan dalam hal isu politik dan pertahanan, khususnya pada urusan batas wilayah laut dan pengendalian ruang udara di Kepulauan Riau (Kepri), ikut menyulut sentimen, termasuk dari para pembaca Indomiliter.com.
(more…)
R-73: Dibalik Kecanggihan Rudal Pemburu Panas Sukhoi TNI AU
Sebelum tahun 2012, boleh dibilang lini sista rudal udara ke udara (AAM/air to air missile) yang dimiliki TNI AU cukup inferior bila dibandingkan AU Singapura dan AU Malaysia. Pasalnya hampir tiga dekade, armada jet tempur TNI AU hanya bersandar pada rudal Sidewinder buatan Raytheon. Adapun versi Sidewinder yang dimiliki TNI AU adalah AIM-P2 dan AIM-P4. Yang paling baru pun, AIM P-4 dibeli bersamaan dengan paket pengadaan F-16 Fighting Falcon di tahun 1989. AIM-P4 dapat ditembakan meski pesawat musuh datang dari depan dalam posisi berhadapan, menjadikan perubahan gaya dalam duel jarak dekat (dog fight). (more…)
Kh-29TE: Rudal Udara ke Permukaan Berpemandu TV Andalan Sukhoi TNI AU
Setelah hampir sepuluh tahun dalam penantian, akhirnya mulai tahun 2012 lalu armada Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker TNI AU mulai mendapat asupan alutsista yang bergigi, setelah sebelumnya hanya beroperasi mengandalkan kanon internal dan bom konvensional buatan lokal. Ibarat tanpa basa basi, Sukhoi Skadron 11 yang bermarkas di Lanud Hasanuddin, Makassar – Sulawesi Selatan, kini sudah dibekali senjata pamungkas yang punya efek deteren sangat tinggi.



![INS-Sindhuvijay-Kilo-Class-Submarine-Indian-Navy-01[3]](https://indomiliter.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/02/ins-sindhuvijay-kilo-class-submarine-indian-navy-013.jpg)





