Tag: skadron udara 14

Latihan Air Refueling, Jet Tempur F-16 TNI AU Bertemu “Kawan Lama”, Boeing KC-135 Stratotanker

F-16 TNI AU melakukan air to air refueling dengan KC-135 Hawaii ANG menggunakan teknik flying boom di training area Iswahjudi, Senin (20/2). (Foto: Dok. Hawaii ANG/Maj. David “Bullet” Cole)

Meski sudah 32 tahun mengoperasikan jet tempur F-16 Fighting Falcon, namun, kesempatan bagi penerbang tempur TNI AU untuk berlatih melakukan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) masih sangat terbatas. Lantaran TNI AU belum mempunyai pesawat tanker yang mendukung mode boom, maka air refueling pada F-16 belum bisa dilakukan secara mandiri oleh TNI AU. (more…)

Radar AN/APQ-159: Teknologi Dibalik Kemampuan “Penciuman” Si Macan F-5 E/F Tiger II TNI AU

F-5-1

Dog fight jet tempur F-16 Fighting Falcon vs F/A-18 Hornet bisa dibilang setanding. Namun, apa yang terjadi bila F/A-18 Hornet ‘duel udara’ dengan F-5 E/F Tiger II, yang ini bisa disebut David vs Goliath. Dan yang menjadi David adalah si Macan F-5 E/F Tiger II. Tapi jangan dikira jika si David pasti kalah lawan Goliath. Meski secara spesifikasi, F-5 Tiger kalah telak dari F-18 Hornet, masih ada kesempatan bagi F-5 Tiger untuk membungkam manuver F/A-18 Hornet. (more…)

Beratnya TNI AU “Melepas” Si Macan F-5 E/F Tiger II

F-5-Tiger-TNI-AU2

Seandainya di tahun 1995 TNI AU melakukan retrorif dengan paket ‘komplit’ pada armada F-5 E/F Tiger II, boleh jadi masa pengabdian Si Macan masih bakal lebih lama, lebih dari itu sistem persenjataan bisa di uprade lebih letal, dan harusnya bisa ditempeli fasilitas air refueling agar F-5 TNI AU sanggup isi bahan bakar di udara. Tapi sayangnya, program retrofit yang diberi label proyek MACAN (Modernization of Avionics Capabilities for Armament and Navigation) tak menyentuh elemen-elemen perubahan seperti poin di atas. (more…)

F-5E/F Tiger II: Macan Angkasa Andalan Skadron Udara 14

F-5E Tiger II TNI-AU dengan muatan bom dan rudal sidewinder di sayap

Kamis pagi, 27 April 2000, dua F-5E Tiger TNI-AU segera mengudara setelah mendapat kode “scramble” dari menara pengawas. Dengan cepat kedua jet tempur itu melejit menuju area di sekitar pulau Roti, Timor Barat. Tak berapa lama, pada ketinggian 29 ribu kaki, mereka menemukan apa yang dicari, satu gugus terbang yang terdiri dari lima pesawat: Satu pesawat tanker udara, diikuti empat F/A-18 Hornett di belakangnya, milik angkatan udara Australia (RAAF) dari Skadron 75. Itu diketahui dari identitas di ekor pesawat. (more…)