Di sepanjang bulan Februari ini, tensi politik antara Indonesia dan Singapura cukup memanas, lantaran pemerintahan Negara Pulau itu protes atas penamaan salah satu korvet terbaru milik TNI AL, yakni KRI Usman Harun 359. Bahkan sampai ada usulan untuk melarang kapal tersebut melintasi perairan Singapura. Reaksi yang cukup keras ke pihak Singapura pun banyak dilontarkan pihak-pihak dari Dalam Negeri. (more…)
Sejak adopsi rudal Yakhont pada salah satu frigat kelas Van Speijk, otomatis TNI AL memasuki babak baru dalam teknologi peluncuran rudal. Pasalnya, Yakhont yang menyandang predikat rudal jelajah anti kapal (ASM/anti ship missile) diluncurkan secara VLS (vertical launching system). Sebelum hadirnya Yakhont, armada TNI AL hanya berkutat pada pola peluncuran rudal secara konvensional, yaitu platform rudal terpasang kearah tertentu (heading) yang biasanya ke sisi atau kanan lambung kapal dengan besaran sudut tertentu terhadap cakrawala. (more…)
Adalah sesuatu yang lumrah bila setiap angkatan laut di dunia punya flagship. Dalam terminologinya, flagship dapat dianggap sebagai kapal utama, atau kapal yang paling diandalkan, maju dari segi teknologi serta paling mumpuni dalam hal alutsista. Dimasa lalu, sosok flagship juga diasosiasikan sebagai kapal perang dengan bobot paling besar. Ambil contoh di tahun 50-an TNI AL punya flagship berupa destroyer KRI Gadjah Mada, kemudian berlanjut di tahun 60-an hadir kapal penjelajah legendaris KRI Irian. (more…)
Sejak pertama kali digunakan dalam kancah peperangan, sosok kapal selam telah merebut perhatian sebagai kekuatan strategis yang menentukan. Selain ditakuti tatkala perang berlangsung, di masa damai pun kapal perang mengemban misi pengintaian dan patroli maritim yang efektif. Dilihat dari reputasinya dalam banyak laga, maka alutista yang kerap disebut sebagai silent warrior ini begitu diminati oleh banyak negara. Tak ayal, keberadaan armada kapal selam dapat meningkatkan daya deteren militer suatu negara. (more…)
Dilihat dari desainnya, helikopter ini terlihat culun dibandingkan desain heli modern saat ini. Bila dilihat sekilas, bentuk heli ini bahkan mirip dengan helicak (heli becak), kendaraan umum warga DKI Jakarta pada era 70-an. Tapi jangan salah, heli yang menyandang nama Alouette III SA-316 ini punya andil sejarah yang cukup besar dalam dunia dirgantara di Tanah Air, khususnya melengkapi armada Puspenerbad TNI AD sejak tahun 1969. (more…)
Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU bersama F/A-18 Super Hornet Australia dalam Pitch Black 2012
Sepanjang ada kesamaan kepentingan, hubungan antar negara bertetangga dipastikan bakal harmonis. Tapi lain halnya bila antar dua negara punya kepentingan yang jauh berbeda, bahkan satu sama lain saling berseberangan atas suatu isu. Bisa jadi yang muncul adalah konflik, seperti yang kita lihat di sengketa kepulauan laut Cina Selatan. (more…)
Aksi KC-130B Hercules TNI AU saat akan “menyusui” Sukhoi
Daya jelajah pada pesawat tempur menjadi faktor penting dalam suatu operasi militer, terutama bila berbicara pada tahapan penyerbuan ke target sasaran yang jaraknya cukup jauh. Didasari beberapa pertimbangan, seperti kerahasiaan dan meningkatkan unsur pendadakan, banyak negara memilih cara air refuelling (pengisian bahan bakar di udara) untuk meningkatkan endurance serta daya jelajah pesawat tempurnya.
Pasca pecah kongsi antara Indonesia dan Uni Soviet di tahun 1966, membawa implikasi pelik bagi konfigurasi alutsista di Tanah Air. Khususnya di lingkungan TNI AU, hampir semua alutsista asal Uni Soviet dan Eropa Timur harus di grounded lantaran ketiadaan pasokan suku cadang. Kalaupun ada yang masih bertahan hingga tahun 70-an, seperti jet tempur MiG-21 dan pembom Tu-16, tak lain hanya mengandalkan pola kanibalisasi suku cadang. (more…)
Satuan kapal patroli (Satrol) TNI AL mengemban tugas yang tak ringan, di tangan satuan inilah dipecayakan operasi ‘ronda’ di sekitaran perairan dangkal NKRI yang padat aktivitas ekonomi kelautan. Untuk menjalankan tugas patroli tersebut, Satrol di Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III dilengkapi dengan kapal-kapal bertonase ringan, lincah bermanuver, dan relatif punya kecepatan tinggi. (more…)
Karena proyeksi ancaman dari serbuan tank relatif tidak signifikan di Republik ini, maka berimbas perkembangan sista anti tank di lingkungan TNI yang terbilang tak terlalu update. Tapi toh menghadapi tantangan kedepan, militer Indonesia perlu menyiapkan senjata yang multi purpose sekaligus punya kategori sebagai light anti tank weapon. Sebuah senjata ringan yang punya daya hancur tinggi, mudah dioperasikan, dan ideal digunakan oleh pasukan khusus. (more…)