Bila negara tetangga punya keunggulan pada teknologi kapal selam, maka sudah seharusnya Indonesia punya elemen AKS (anti kapal selam) yang memadai. Maklum saja, kekuatan kapal selam Indonesia kini tertinggal baik dari segi kualitas maupun kuantitas dibanding Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara pesanan kapal selam baru, dari kelas Changbogo Class diperkirakan baru akan diterima pada tahun 2015, itu pun kalau jadwal produksi dan penyerahan tidak molor. (more…)
Tag: Singapura
Ultimax 100: Senapan Mesin Regu Andalan Taifib Korps Marinir dan Kopassus TNI AD
Ultimax 100 memang bukan senjata baru di lingkungan TNI, diperkirakan sejak awal 90-an, senapan mesin ini telah digunakan oleh satuan elit TNI, yakni untuk Kopassus TNI AD dan Satuan Intai Amfibi (Taifib) korps Marinir TNI AL, bahkan Wikipedia menyebut Kopaska juga mengadopsi senjata ini. Lalu apa yang dirasa menarik bagi senapan mesin ini? Bagi kami Ultimax 100 adalah satu bukti kesuksesan industri senjata Singapura dalam memasarkan produk berkualitasnya ke Luar Negeri. (more…)
GSh-30-1 30mm: Kanon Sukhoi TNI AU: Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi

Tidak sah rasanya bila jet fighter dengan kualifikasi multirole dan air superiority hadir tanpa senjata internal. Meski konsep peperangan di udara masa kini dan di masa mendatang mengedepankan pada keunggulan rudal lintas cakrawala alias BVRAAM (beyond visual air to air missile), namun paduan sista untuk menghadapi duel jarak dekat (dog fight) tak bisa dihapuskan, ini dibuktikan dengan masih larisnya segmen rudal udara ke udara jarak pendek dan menengah. (more…)
AK-630M: Mengenal Kecanggihan Kanon CIWS Kapal Cepat Rudal TNI AL
Meski TNI AL cukup digdaya dalam update sista rudal anti kapal, tapi kebalikannya dengan dukungan kanon reaksi cepat otomatis yang melengkapi armada kapal perangnya. Sebagai kekuatan laut terbesar di kawasan Asia Tenggara, TNI AL baru mengandalkan kanon CIWS (close in weapon system) jenis lawas, yakni AK-230 kaliber 20 mm yang merupakan senjata permanen pada haluan korvet Parchim buatan Jerman Timur. (more…)
OEPS-27: Penjejak Target Berbasis Elektro Optik di Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU
Banyak analisis militer memperkirakan bahwa pertempuran antar jet fighter di masa kini dan mendatang akan didominasi oleh pola kemampuan beyond visual range air to air missile, alasannya selain rudal jarak menengah dan jauh kian mumpuni, juga ditunjang kemampuan radar di pesawat tempur yang kian tajam, target dari jarak ratusan kilometer pun sudah dengan mudah diendus dan diidentifikasi. Belum lagi ada dukungan pesawat radar intai seperti AWACS, menjadikan seorang pilot dengan mudah melibas target dari balik cakrawala. (more…)
R-77: Lawan Tanding Terberat Rudal AIM-120 AMRAAM – “Pembunuh” dari Balik Cakrawala
Dalam polling yang dilakukan Indomiliter.com pada Oktober 2013, terungkap informasi bahwa lawan tanding terberat jet Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker TNI AU ialah F-15SG Strike Eagle RSAF (Republic of Singapore Air Force). Ada dua hal yang menjadi dasar kuat bahwa F-15SG menjadi lawan tanding terberat Sukhoi TNI AU. Pertama, memang diatas kertas Sukhoi Su-27/Su-30 dirancang untuk menandingi air superiority F-15. Lalu alasan kedua, kerapnya gesekan dalam hal isu politik dan pertahanan, khususnya pada urusan batas wilayah laut dan pengendalian ruang udara di Kepulauan Riau (Kepri), ikut menyulut sentimen, termasuk dari para pembaca Indomiliter.com.
(more…)
R-73: Dibalik Kecanggihan Rudal Pemburu Panas Sukhoi TNI AU
Sebelum tahun 2012, boleh dibilang lini sista rudal udara ke udara (AAM/air to air missile) yang dimiliki TNI AU cukup inferior bila dibandingkan AU Singapura dan AU Malaysia. Pasalnya hampir tiga dekade, armada jet tempur TNI AU hanya bersandar pada rudal Sidewinder buatan Raytheon. Adapun versi Sidewinder yang dimiliki TNI AU adalah AIM-P2 dan AIM-P4. Yang paling baru pun, AIM P-4 dibeli bersamaan dengan paket pengadaan F-16 Fighting Falcon di tahun 1989. AIM-P4 dapat ditembakan meski pesawat musuh datang dari depan dalam posisi berhadapan, menjadikan perubahan gaya dalam duel jarak dekat (dog fight). (more…)
Landing Platform Dock TNI AL: Peran dari Kapal Markas Hingga Rumah Sakit

Bisa dikatakan, jenis kapal LPD (Landing Platform Dock) adalah klasifikasi arsenal laut baru di lingkungan TNI AL, khususnya di pada Satuan Kapal Amfibi (Satfib). Sebelum kapal jenis ini hadir, semua tugas dan kegiatan yang berhubungan dengan operasi laut ke darat dilakukan dengan bantuan kapal jenis LST (Landing Ship Tank), seperti LST Kelas Teluk Semangka yang buatan Korea Selatan dan LST kelas Frocsh buatan Jerman Timur. Pastinya bukan tanpa alasan TNI AL untuk mengadopsi LPD. (more…)
KH-179 Howitzer 155mm: Meriam Tarik Kaliber Terbesar Armed TNI AD
Guna memenuhi elemen fire power dalam MEF (minimum essential force), satuan Artileri Medan TNI AD pada tahun ini mulai kedatangan alutsista andalannya yang telah dipesan pada tahun lalu. Sebut saja ada ASTROS II MK6 Self Propelled MLRS, lalu di lini meriam ada TRF-1 CAESAR Self Propelled Howitzer 155 mm yang berkaliber besar. Meremajakan lini meriam berkaliber sedang, yang puluhan tahun mengandalkan M2A2 Howitzer 105 mm, TNI AD pun bakal mendapatkan 54 pucuk meriam KH-178 dari Korea Selatan untuk melengkapi 3 batalyon. (more…)
[Polling] M1A1 AIM Abrams Australian Army: Lawan Tanding Terberat MBT Leopard 2 A4 TNI AD
Ikon matra darat pada akhirnya merujuk pada keunggulan ranpur lapis baja, dengan penekanan pada keterlibatan tank tempur utama, alias MBT (main battle tank). Untuk urusan update MBT, Indonesia menjadi pemain akhir, setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand yang lebih dulu menggunakan MBT.










