
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan persaingan nuklir yang kian memanas dengan Amerika Serikat, Cina dilaporkan tengah melakukan langkah masif untuk mengamankan aset strategis paling berharganya. Citra satelit terbaru mengungkapkan aktivitas pembangunan militer skala besar di wilayah gurun terpencil Xinjiang, di mana proyek rahasia ini diidentifikasi oleh para analis keamanan sebagai upaya Beijing untuk membentengi kekuatan nuklir daratnya dari potensi serangan pertama (first strike) yang diluncurkan oleh Washington. (more…)

Memperingati Hari Pasukan Rudal Strategis (Day of the Strategic Missile Forces) ke-66 yang jatuh pada 17 Desember 2025, Kementerian Pertahanan Rusia menyelesaikan persenjataan ulang (rearmament ) beberapa silo (lubang peluncur bawah tanah) dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars. (more…)

Menimbang eskalasi yang terjadi dalam perang di Ukraina, Perancis kini tengah menjajaki kemungkinan untuk menciptakan rudal balistik darat jarak menengah baru (medium-range ground-based ballistic missile/MRBM) yang mampu menyerang target pada jarak lebih dari 2.000 km. (more…)

Amerika Serikat kembali memperlihatkan sikap ‘parno’-nya kepada Cina. Setelah mem-blacklist Huawei dan DJI Technology terkait isu mata-mata, ada kabar baru seputar kepemilkan tanah di dekat instalasi militer. Persisnya, Gedung Putih telah memberi waktu 120 hari bagi perusahaan yang terkait dengan Cina dan mitranya untuk melakukan divestasi dengan menjual properti yang mereka beli di dekat Pangkalan Angkatan Udara AS (Warren Air Base) di Wyoming. (more…)

Ada yang menarik dari laporan Komandan US Strategic Command (Stratcom) Jenderal Anthony J. Cotton pada 26 Januari 2023. Dalam laporan yang dibuat sebagai tanggapan atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional, Cotton menyebut bahwa saat ini Cina memiliki lebih banyak peluncur rudal balistik antarbenua – Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM) dibandingkan Amerika Serikat. (more…)