Tag: self propelled howitzer

Filipina Terima Batch Pertama Atmos 2000 Self Propelled Howitzer dari Israel

Yang dinanti-nanti satuan artileri medan Angkatan Darat Filipina akhirnya tiba juga, untuk pertama kalinya AD Filipina menerima alutsista jenis self propelled howitzer beroda ban. Dikutip dari armyrecognition.com (31/12/2021), disebutkan batch pertama Atmos 2000 dikabarkan telah diterima Filipina. Dari foto yang diunggah di media sosial, Atmos 2000 tiba pada 31 Desember 2021. (more…)

Hanwha Defense Australia Raih Kontrak US$1 Miliar, Pasok 30 Unit AS9 Huntsman SPH dan 15 Unit AS10 AARV

Ada kabar terbaru dari negara di selatan Indonesia, setelah pada September 2020 mengumumkan Hanwha Defense Australia sebagai pemenang tender Protected Mobile Fires (Program LAND 8116 Phase 3), maka hari ini (13/12/2021), Departemen Pertahanan Australia resmi menandatangani kontrak senilai US$1 miliar untuk pengadaan 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV). (more…)

Excalibur Army Perkenalkan “DITA” – Self Propelled Howitzer Terbaru di Kaliber 155mm

(Excalibur Army)

Excalibur Army, tentu bukan nama yang asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya sudah beberapa item persenjataan di TNI yang dipasok oleh manufaktur alat berat dan persenjataan asal Ceko ini. Dan ada kabar terbaru, bahwa Excalibur Army telah memperkenalkan jenis sistem senjata artileri terbaru, yang namanya boleh jadi bakal akrab di telinga orang Indonesia, yaitu DITA. (more…)

Pernah Ditawarkan ke Indonesia, K9 Thunder Dipilih Australia untuk Program Self Tracked Propelled Howitzer

Industri pertahanan Korea Selatan rupanya sedang mendapat angin segar di Australia, setelah awal Agustus lalu mengirimkan dua unit ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Redback ke Melbourne dalam kesertaan uji coba di program Land 400 Phase 3, maka ada kabar terbaru lagi, bahwa Korea Selatan mendapatkan kesempatan untuk memasok Self Tracked Propelled Howitzer untuk kebutuhan AD Australia dalam program LAND 8116 Phase 3. (more…)

PLC-181 155mm 6×6 – Digelar di Perbatasan India, Inilah Self Propelled Howitzer Terbaru Cina

Adopsi alutsista Cina, bisa diibaratkan “palugada” (apa loe mau gue ada– red), lantaran segala jenis persenjataan berhasil dibuat Negeri Tirai Bambu, entah itu hasil reverse engineering atau copy-an, yang jelas lini alutsista di tiga matra dominan berasal dari produksi dalam negeri. Pun dengan lini persenjataan artileri medan (armed), mulai dari howitzer bermacam kaliber sampai MLRS (Multiple Launch Rocket System) telah sukses diproduksi dan di ekspor. Namun, bagaimana dengan self propelled howitzer, alias howitzer swa gerak? Apakah Cina juga telah memproduksi jenis senjata tersebut? (more…)

Atmos 2000 – Pilihan Artileri Filipina untuk Self Propelled Howitzer

Bila Indonesia mengoperasikan Self Propelled Howitzer beroda ban TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), maka pilihan Filipina rupanya beda. Dengan anggaran pertahanan yang tengah kritis, rupanya Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah melanjutkan kontrak pengadaan Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 155 mm buatan Soltam Systems (Elbit Systems), manufaktur persenjataan asal Israel. Dengan nilai sekitar US$47 juta, AD Filipina nantinya akan menerima dua baterai Atmos 2000. (more…)

Msta-S – Self Propelled Howitzer Baru Rusia dengan Munisi Standar NATO

Setelah Kalashnikov merilis beberapa senapan serbu dengan standar kaliber NATO, kini giliran jenis senjata self propelled howitzer alias howitzer swagerak generasi baru, diperkenalkan Rusia dalam standar kaliber NATO. Yang dimaksud adalah Msta-S howitzer yang mengusung kaliber 155 mm/52. Dibangun dari platform tank T-80, Msta-S belum lama ini berhasil melakukan uji tembak perdananya, yang menandai fase berikutnya, yaitu pengiriman Msta-S ke salah satu negara di Timur Tengah. (more…)

Misterius! Benarkah Indonesia Miliki Howitzer Tarik M-56 105mm?

Belum lama ini situs janes.com (2/7) mewartakan bahwa Yugoimport SDPR, manufaktur persenjataan asal Serbia kembali memproduksi howitzer tarik (towed howtizer) tipe M-56 105 mm dengan laras 33-calibre. Kembali diproduksinya M-56 lantaran adanya pesanan ekspor 36 pucuk M-56 untuk suatu negara yang dirahasiakan identitasnya. Yang menjadi menarik dari berita itu adalah adanya nama Indonesia yang juga disebut-sebut. (more…)