
Dikenal sebagai self propelled howitzer paling fleksibel dengan manuver tinggi, menjadikan Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS (Mobile Howitzer System) menarik untuk diadopsi dalam gelar operasi peperangan modern. Dan rupanya desain Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS menarik perhatian negeri rival Amerika Serikat, dimana Iran telah merilis sebuah light self propelled howitzer dari rantis jip Aras 4×4 yang dikawinkan dengan howitzer tarik M101 kaliber 105 mm. (more…)

Merasa terancam dengan aksi Rusia, Swedia sejak awal invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan dukungan penuh berupa pasokan logistik dan persenjataan ke Ukraina. Yang notabene telah menanggalkan status Swedia yang selama ini dikenal netral dalam ajang konflik bersenjata global. Bahkan kian khawatir ikut diinvasi oleh Rusia, ada kabar bahwa Swedia pada Mei 2022 akan bergabung sebagai anggota NATO. (more…)

Perang di Ukraina yang belum berkesudahan, rupanya tak menyurutkan pasokan persenjataan ke Negeri Zelenskyy, kabar terbaru Belanda akan mengirimkan alutsista beratnya, yaitu self propelled howitzer (SPH) PzH 2000 155 mm ke Ukraina. Namun, Belanda tak maju sendirian, Jerman sebagai manufaktur PzH 2000 ikut berkolaborasi dengan memberikan pasokan munisi dan pelatihan kepada personel militer Ukraina. (more…)

Bersamaan dengan ‘donasi’ baterai sistem hanud S-300 dari Slovakia ke Ukraina, turut terangkat nama Zuzana 2000 8×8 155/45 mm self propelled howitzer (SPH). Sumber dari beberapa media internasional menyebut, bahwa tengah ada negosiasi yang intens antara Pemerintah Ukraina dan Slovakia untuk pembelian 16 unit Zuzana. (more…)

Rusia telah mengerahkan arsenal kekuatan daratnya secara maksimal dalam operasi militernya di Ukraina. Lantaran bermain total, maka seabreg alutsista mulai dari yang lekat ditelinga sampai yang asing didengar, telah dimunculkan dalam meladeni peperangan merebut kota-kota penting di Ukraina. Setelah di tulisan terdahulu dikupas self propelled howitzer 2S7M Malka yang berkaliber 203 mm, maka jangan dilupakan kehadiran 2S4 Tyulpan. (more…)

Korea Selatan lewat Hanwha Defense belum lama ini meraih prestasi dengan memasuki pasar persenjataan berat di Afrika, dimana tercapai pengadaan self propelled howitzer K9 Thunder senilai lebih dari 2 triliun won (sekitar US$1,65 miliar) untuk Angkatan Darat Mesir. Namun, Korea Selatan ternyata bukan pemasok self propelled howitzer (SPH) asal Asia pertama yang berhasil masuk pasar Afrika. (more…)

Siapa yang tak kenal dengan Self Propelled Howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 155 mm, sistem senjata artileri medan (Armed) andalan Kostrad TNI AD ini sudah punya predikat battle proven dan laris manis di pasar ekspor. Dan belum lama ada kabar, bahwa sang produsen, yakni Nexter Systems telah mendapatkan kontrak dari French Direction générale de l’armement (DGA) untuk pengembangan CAESAR 6×6 NG (Next Generation). (more…)

Ukraina dan Rusia diambang perang terbuka, demikian tajuk berita dalam beberapa hari ini, dan masih terkait dengan penumpukan kekuatan militer Rusia di perbatasannya dengan Ukraina, ada kabar di lini artileri medan, dimana Angkatan Darat Rusia telah menggelar 2S7M Malka, yakni self propelled howitzer (SPH) di kaliber 203 mm. (more…)

Untuk pertama kalinya, Hanwha Defense berhasil meraih kontrak pengadaan alutsista ‘berat’ ke Benua Afrika. Setelah sukses di pasar Australia dengan memasok 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV) senilai US$1 miliar, kabar terbaru datang dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Badan Pengadaan Pertahanan di bawah Kemhan Korea Selatan menyebutkan bahwa Negeri Ginseng itu telah meraih kontrak untuk memasok K9 self propelled howitzer ke Mesir. (more…)