
Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu. (more…)

Hari Selasa kemarin ada yang spesial di jalan raya kota Ngawi, Jawa Timur, dimana 18 unit self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm melakukan kirab keliling kota. Meski disebut kirab, namun kirab atau pawai ini bukan dalam rangka unjuk kekuatan seperti halnya dalam memeriahkan suatu perhelatan. (more…)

Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)

Self Propelled Howitzer (SPH) alias Howitzer Swagerak sudah bukan barang baru buat TNI, tapi lain cerita dengan SPH berkemampuan amfibi, karena faktanya belum ada di lini persenjataan TNI AD dan TNI AL. Korps Marinir beberapa waktu lalu pernah dikabarkan tertarik dengan 2S31 Vena Self Propelled Mortar buatan Rusia, tapi toh sampai saat ini belum ada kejelasannya lebih lanjut. (more…)

Batalyon Artileri Medan (YonArmed) 12 Kostrad, unsur kekuatan di bawah Resimen Artileri Divisi Infanteri 2 Kostrad pada Sabtu lalu (9/12/2017) telah melaksanakan uji fungsi penembakan meriam swa gerak atau SPH (Self Propelled Howitzer) TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) kaliber 155 mm produksi Nexter, Perancis. (more…)

Puas dengan performa Howitzer Swa Gerak atau Self Propelled Howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, TNI AD dipastikan akan menambah satu Batalyon Armed (Artileri Medan) dengan kekuatan Howitzer CAESAR besutan Nexter, manufaktur persenjataan asal Perancis. Saat ini setidaknya 36 unit CAESAR 155 mm telah melengkapi kekuatan dua Yon Armed, yakni Yon Armed 9 di Purwakarta, Jawa Barat dan Yon Armed 12 di Ngawi, Jawa Timur. Keduanya adalah Yon Armed dalam jajaran Kostrad. Dan ada satu unit CAESAR untuk pelatihan di Pusdik Armed. (more…)

Jika tiada aral melintang, tak lama lagi etalase Batalyon Armed GS (Gerak Sendiri) TNI AD bakal bertambah, yakni dengan hadirnya 20 unit Self Tracked Propelled Howitzer M109A4 Paladin dari Belgia. Ini tentu angin segar, mengingat kekuatan Batalyon Armed (Yon Armed) GS, khususnya yang berbasis self tracked (tank) sejak tiga dekade lebih belum mendapat peremajaan alutsista. (more…)

Kekuatan artileri swagerak sudah menjadi ciri Korps Marinir dalam gelar operasinya, sebut saja dari era 60-an ada BM-14/17, berlanjut ke RM70 Grad dan yang terbaru RM70 Vampir. Itu semua masuk ke segmen self propelled MLRS (Multi Launch Rocket System). Lantas bagaimana dengan self propelled gun atau howitzer, seperti yang saat ini terdapat di etalase Atileri Medan TNI AD? Meski belum ada tanda-tanda kea rah penggunaan self propelled howitzer, namun ada kabar terbaru bahwa Korps Baret Ungu ini akan mengadopsi self propelled mortar system. (more…)

TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 telah didapuk sebagai ikon SPH (Self Propelled Howitzer) Yon Armed (Artileri Medan) TNI AD. Masuk dalam pengadaan alutsista MEF (minium essential force) I, TNI AD mendapat perkuatan 37 unit CAESAR untuk ditempatkan kedalam dua batalyon Armed dan satu unit untuk Pusdik Armed. Nah, tanpa merubah platform meriam kaliber 155/52 mm, pada ajang DSEI (Defence and Security Equipment International) Exhibition di London 15 – 18 September 2015, pihak Nexter Systems selaku manufaktur memperkenalkan CAESAR baru dengan platform kendaraan truk 8×8. (more…)

Dari beragam varian senjata di lini artileri medan, keberadaan self propelled (swa gerak) howitzer tidak dapat dipandang sebelah mata, bersamaan dengan towed (tarik) howitzer, self propelled howitzer punya andil yang cukup strategis dalam jalannya pertempuran, terlebih pada penekanan keunggulan daya gerak dan proteksi bagi awak. TNI AD pun termasuk senior dalam mengoperasikan self propelled howitzer. (more…)