
Setelah tampil dalam wujud full mockup di IMDEX 2019 yang berlangsung di Singapura 14 – 16 Mei 2019, Saab hari ini (9/6/2020) merilis kabar baik, bahwa manufaktur alat-alat persenjataan asal Swedia itu telah sukses melakukan uji coba perdana penembakan torpedo ringan yang diberi label SLWT (Saab’s Lightweight Torpedo System) dari kapal selam dan korvet. Uji coba penembakan torpedo dikabarkan telah dilakukan pada Februari dan Maret 2020. (more…)

Teknologi Air-Independent Propulsion (AIP) jelas punya peran penting dalam operasi intai dan pertempuran bawah air, pasalnya kapal selam diesel listrik dengan AIP-nya mampu menyelam lebih lama dibanding kapal selam diesel listrik konvensional. Tapi seiring waktu berjalan, AIP mulai menjadi sesuatu yang ‘biasa’ hadir di kapal selam generasi terbaru. Lepas dari AIP, faktor penting lainnya adalah kemampuan penembakan torpedo, yang menjadi esensi dari keandalan Sang Monster Bawah Laut. (more…)

Meski bukan platform terbaru di lini AEW&C (Active Early Warning and Control), rupanya sistem radar intai dan peringatan dini Erieye masih punya pasar. Setelah dioperasikan Swedia, Thailand, Brasil, Yunani, Meksiko, Pakistan dan Uni Emirat Arab, ada kabar terbaru bahwa Saab telah mendapatkan pesanan untuk Erieye yang akan dipasang pada pesawat turbopop Saab 2000. Yang menarik, Erieye merupakan solusi AEW&C yang selama ini gencar ditawarkan Saab ke Indonesia. (more…)

Tepat sesuai jadwal, Saab pada 29 April lalu telah mennyerahkan unit perdana pesawat intai GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) ke AU Uni Emirat Arab. Sebelumnya Saab pada Dubai AirShow, November 2019, telah mengirimkan satu unit GlobalEye, namun pesawat intai tersebut didatangkan dalam rangka dipamerkan ke publik dan memperlihatkan bahwa GlobalEye mampu beroperasi optimal pada suhu gurun. (more…)

Ada kabar dari Linköping, yaitu kota kecil di selatan Swedia yang menjadi markas dari Saab Aeronautics. Dikabarkan bahwa Saab telah sukses melakukan uji coba pemasangan radar baru pada jet tempur Gripen. Radar yang dimaksud berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) X-band. Pada uji coba 8 April lalu, jet uji Gripen D (tandem seat) terbang selama 90 menit dari Saab’s Linköping airfield untuk serangkaian uji kemampuan deteksi pada sasaran udara dan permukaan. (more…)

Sejak terbang perdana pada 15 Juni 2017, serangkaian uji coba penerbangan dilakukan pada jet tempur mutakhir Gripen E dari fasilitas produksinya di Linköping, Swedia. Dan seiring waktu berjalan, Saab kini tengah mempersiapkan jadwal pengiriman perdana Gripen E kepada Brasil pada tahun 2021. Setelah menuntaskan fase uji penerbangan dasar, kini Saab mulai beralih pada uji coba tactical and sensor suites. (more…)

Selama ini publikasi seputar Gripen E (single seater) terbilang masif, terlebih jet tempur yang telah dipesan AU Swedia dan AU Brasil ini telah sukses terbang perdana pada 15 Juni 2017. Namun jangan lupa, Saab tak hanya menawarkan Gripen E saja, pasalnya ada Gripe F (twin seater) yang dirancang sebagai varian latih. Yang jadi pertanyaan, Gripen F hampir tak terdengar pengembangannya, padahal delapan unit Gripen F telah dipesan Brasil. (more…)

Ada yang menyatukan antara sistem hanud Indonesia dan Singapura, yaitu kedua negara sama-sama pengguna MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70. Pun Indonesia dan Singapura sama-sama mengakuisisi generasi awal RBS-70 pada dekade 80-an. Dan ada kabar terbaru dari Negeri Singa, bahwa AU Singapura (RSAF/Republic of Singapore Air Force) belum lama ini telah mengonfirmasi pembelian RBS-70 NG sebagai bagian dari modernisasi Divisional Air Defence Group. (more…)

Meski unit perdananya baru akan diserahkan pada tahun 2023, namun Boeing telah mencanangkan penjualan jet latih tempur T-7A Red Hawk untuk pasar Asia Pasifk. Hal tersebut diungkapkan oleh Thomas Breckenridge, Vice-President of International Sales Strike, Surveillance and Mobility Business Unit di Singapore AirShow 2020, 12 Februari lalu. (more…)

Meski masih menanti kontrak final, namun dari Dubai AirShow 2019 ada kabar yang membuat cerah dua vendor alutsista, yaitu Saab dan Airbus. Persisnya Angkatan Udara Uni Emirat Arab telah mengumumkan proses pengadaan tambahan dua unit pesawat pengintai Saab GlobalEye dengan nilai potensial US$1,018 miliar. Tidak itu saja, juga ada order tambahan untuk tiga unit pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). (more…)