
Meski Swedia adalah tempat asal manufaktur Saab, namun negara pertama pengguna pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab GlobalEye adalah Uni Emirat Arab (UEA), negeri kaya minyak itu mengorder lima unit GlobalEye yang dibagi dalam dua kontrak pengadaan. Sementara Swedia hanya mengorder dua unit GlobalEye, dan masih jauh dari waktu penyerahan, belum lama ini pesawat pertama yang akan dikonversi baru saja diterima oleh Saab. (more…)

Alutsista produksi Saab ini bukan barang baru lagi, pasalnya pertama kali diperkenalkan tahun 2017 silam di ajang Defence and Security Equipment International (DSEI) di London. Namun, setelah sekian lama, produk yang diberi label Mobile SHORAD (MSHORAD) baru menemukan pembelinya baru-baru ini. Pembeli Saab MSHORAD adalah Lituania, salah satu negara anggota NATO yang dilanda kecemasan akan invasi dari Rusia. (more…)

Meski Amerika Serikat tengah ‘bokek’, tapi tak menyurutkan niat Presiden Joe Biden untuk mengirimkan paket persenjataan baru ke Ukraina. Salah satunya adalah kemungkinan pengiriman batch pertama Ground Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) pada awal Januari 2024. Menurut Reuters, Washington telah menandatangani kontrak dengan Boeing pada bulan Maret lalu utuk memasok GLSDB pada bulan Desember 2023 dan selanjutnya akan dikirim ke Ukraina. (more…)

Mampu mengurangi bobot dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan pada jet tempur, tak pelak menjadi poin keunggulan tersendiri bagi pihak manufaktur, dan belum lama ini Saab dari Swedia, mewartakan bahwa jet tempur terbarunya, Gripen E mendapatkan upgrade untuk bisa menjadi lebih ringan dan efisien dalam pemeliharaan berkat penggunaan baterai Lithium ion (Li-ion). (more…)

Saab yang dikenal sebagai manufaktur dirgantara dan pertahanan asal Swedia, belum lama ini memperkenalkan jaring kamuflase canggih yang disebut Ultra-Lightweight Camouflage Screen (ULCAS). Bukan sekedar jaring kamuflase yang jamak digunakan pada medan hutan dan pepohonan, ULCAS diklaim dapat memblokir pancaran sinyal radar, tetapi memungkinkan masuknya (transmisi) sinyal GPS (Global Positioning System) dan radio. (more…)

Nama radar Giraffe 1x bukan sesuatu yang baru lagi, pasalnya sudah diluncurkan oleh Saab pada tahun 2016. Bahkan, Giraffe 1x pernah aktif ditawarkan ke Indonesia dengan menggandeng mitra PT Pindad, khususnya untuk dipasangkan pada rantis Komodo 4×4. Dan dari ajang DSEI 2023, ada kabar bahwa Saab telah memperkenalkan varian pengembangan dari Giraffe 1x yang disebut “ultra compact.” (more…)

Saab, manufaktur produk pertahanan asal Swedia, mempromosikan solusi terbarunya yang disebut r-TWR Deployable, yang merupakan teknologi menara (tower) digital yang dapat digunakan secara cepat dan dioptimalkan selama operasi militer, khususnya dalam menyediakan layanan kendali lalu lintas udara (air traffic control) yang diawasi dan dikendalikan dari jarak jauh secara remote. (more…)

Alih teknologi atas alutsista ‘first tier’ tak hanya butuh investasi besar, lain dari itu juga dibutuhkan kesabaran, maklum adopsi teknologi tinggi akan terkait dengan proses yang berkesinambungan dan memakan waktu yang tidak sebentar. (more…)

Meski sudah mengoperasikan empat unit E-7 Wedgetail (Boeing 737 AEW&C) “Peace Eye”, rupanya belum dirasa cukup bagi Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF). Angkatan Udara Negeri Ginseng setidaknya masih memproyeksikan penambahan dua sampai tiga unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control). (more…)

Setelah mengalami penundaan pengiriman akibat terganggunya rantai pasokan komponen, Saab ahirnya pada 28 April 2023 mengumumkan pengiriman kapal SIGINT (Signals Intelligence) – pengumpul intelijen – intelligence gathering ship terbaru yang diberinama HSwMS Artemis, kepada Administrasi Material Pertahanan Swedia, FMV. (more…)