
Sejak Indonesia resmi mengakuisisi drone kombatan dari Cina, tentu sudah dipikirkan dengan matang, jenis senjata yang akan melengkapinya. Dan melengkapi operasional enam unit drone CH-4 Rainbow, ada kabar bahwa belum lama ini, telah tiba paket rudal udara ke permukaan AR-2 untuk CH-4 Indonesia. (more…)

Rudal battle proven yang satu ini layak disebut sebagai “ground radar killer,” lantaran kerap diandalkan sebagai pembuka serangan udara Amerika Serikat/NATO dalam misi penghancuran stasiun radar permukaan lawan. Lantaran punya kemampuan khusus, hanya negara-negara terpilih yang mendapat restu dari Washington untuk bisa memikiki AGM-88B HARM (High speed Anti Radiation Missile). Dan seputar AGM-88 yang fenomenal dalam konflik di Teluk, Kosovo dan Libya, kini ada kabar anyar tentang varian terbaru AGM-88, yaitu AGM-88G AARGM-ER (Advanced Anti-Radiation Guided Missile-Extended Range). (more…)

Bila tak ada aral melintang, Indonesia bakal menjadi negara pertama, setidaknya di Asia Tenggara yang memiliki drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) dengan dipilihnya empat unit Wing Loong I untuk memperkuat Skadron Udara 51. Tentu kita tak berharap saat Wing Loong tiba namun tanpa bekal senjata. Seperti halnya pengadaan jet tempur, idealnya paket sistem senjata sudah dicanangkan sedari awal. (more…)