Kh-59ME telah dikenal sebagai salah satu persenjataan andalan pada armada jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 MK2 Skadron Udara 11 TNI AU. Dibanding dengan jenis rudal udara ke permukaan yang tersedia pada arsenal TNI AU, maka Kh-59 masuk kategori rudal udara ke permukaan yang paling bongsor, lantaran punya berat hampir satu ton. (more…)
Kilas balik ke pertengahan Desember 2019, saat itu Philippine News Agency, menyebut bahwa Filipina akan mengakuisisi dua baterai (dua kompi) Brahmos terdiri dari – satu baterai dengan tiga kendaraan peluncur, yang bila diperdalam lagi, tiap satu peluncur terdiri dari tiga tabung rudal Brahmos. Anggaran yang dikucurkan untuk akuisisi dua baterai Brahmos dikatakan mencapai 300 miliar peso. (more…)
Sebagai mitra strategis dalam pengembangan jet tempur stealth F-35 Lightning II, sudah barang tentu Inggris ingin sesuatu yang ‘lebih’ untuk melengkapi arsenal F-35-nya. Guna memantapkan taringnya, pada 6 Januari lalu, Kementerian Pertahanan Inggris telah mengikat kontrak dengan MBDA untuk pengadaan rudal jelajah mini anti kapal Spear (Select Precision Effects At Range) 3 senilai US$750 juta. (more…)
Di liburan Natal ini ada kabar yang mengejutkan dalam jagad alutsista di Indonesia, yang dimaksud justru keputusan atas pembelian Rafale atau Eurofighter, melainkan atas sesuatu yang lain, bahkan sesuatu yang belum pernah disebut-sebut sebelumnya. Persisnya situs asal Ukraina, Defense Express – defence-ua.com pada 24 Desember 2020, mewartakan bahwa Indonesia telah menandatangani kesepakatan (MoU) pembelian rudal anti kapal Neptune. (more…)
Jet tempur HAL Tejas dengan dummy BrahMos-NG pada sayapnya (defenceupdate.in)
Situs The Diplomat – diplomat.com (23/11/2020) menyebutkan bahwa Filipina pada awal tahun depan (2021) segera bakal menuntaskan kontrak pembelian dua baterai rudal jelajah BrahMos dari India, selama ini proses penantanganan kontrak dikatakan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Namun, lain dari, ada kabar lain dari pengembangan rudal peranakan India-Rusia ini, dimana India tengah berencana untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai Brahmos-NG (Next Generation). (more…)
Selain Korea Selatan dan Taiwan, negara lain di kawasan Asia Timur yang mengoperasikan sistem hanud Patriot adalah Jepang. Bahkan, Jepang adalah salah satu negara pengguna Patriot terbesar di luar Amerika Serikat. Namun, Negeri Matahari Terbit ini dikenal punya tekad yang besar dalam usaha kemandirian alutsistanya, dan sebagai wujudnya, sejak tahun 2003, Japan Ground Self-Defense Force (AD Jepang) mengoperasikan apa yang disebut Type 03. (more…)
Sejak ajang DSEI Japan 2019 pada November tahun lalu, niatan Jepang untuk mengembangkan rudal hipersonik mulai terungkap ke publik. Dalam roadmap, Negeri Matahari Terbit ini akan mengembangkan rudal hipersonik dalam dua tahap utama. Yang pertama fokus pada pengembangan komponen dan teknologi yang terkait dengan hulu ledak, badan pesawat serta sistem fire control, sistem pemandu dan sistem propulsi. (more…)
Meski dikemas dalam misi latihan, namun kehadiran pembom strategis B-1 Lancer di Lanud Andersen, Guam, dapat diartikan berbeda di tengah memuncaknya perang urat syaraf antara Amerika Serikat dan Cina. Seperti telah diberitakan secara luas, empat unit B-1 Lancer dan 200 ground crew dari 9th Expeditionary Bomb Squadron yang berbasis di Lanud Dyess, Texas, sejak awal Mei lalu telah diterbangkan menuju Guam untuk serangkain latihan bersama mitra sekutu AS dan yang lebih penting adalah penekanan pada reinforce the rules based international order di Laut Cina Selatan. (more…)
Selama ini hampir tidak ada alutsista milik Taiwan yang dikhawatirkan Beijing dapat menembus hingga jauh ke wilayah Cina Daratan. Maklum alutsista Taiwan lebih diproyeksikan untuk bertahan aktif di sekitaran Selat Formosa, jika suatu waktu Cina melakukan invasi. Namun, kali ini ada terobosan baru yang mungkin patut diperhitungkan Cina, dimana Taiwan telah berhasil meluncurkan uji coba rudal jelajah supersonic Yun Feng, yang digadang punya jarak jangkau 1.500 – 2.000 km. (more…)
Apa yang telah dicapai India dengan pengembangan rudal jelajah Brahmos sudah terbilang mahsyur untuk ukuran negara Asia. Rudal yang dikembangkan dari basis Yakhont tersebut bahkan telah sukses diuji luncurkan dari permukaan dan udara lewat Sukhoi Su-30MKI. Namun, apakah India puas dengan Brahmos saja? Rupanya India ingin benar-benar mandiri, terlepas dari Brahmos yang merupakan proyek patungan India dan Rusia. (more…)