Buntut dari hujan rudal jelajah Rusia yang menyerang beberapa kota di Ukraina, langsung mendapat respon dari beberapa negara NATO. Salah satunya adalah Perancis yang menjadi donatur dan pemasok persenjataan untuk militer Ukraina, diwartakan dalam waktu dekat Paris akan mengirimkan sistem pertahanan udara (hanud) Crotale. (more…)
Selain Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army), rupanya sistem hanud Iron Dome juga digunakan oleh Korps Marinir AS (USMC). Untuk mendukung mobilitas, Iron Dome yang dioperasikan Korps Marinir adalah varian mobile launcher. Lantaran tergolong aset baru, Korps Marinir belum lama ini baru menyelesaikan uji tembak langsung sistem hanud yang disebut juga sebagai Medium-Range Intercept Capability (MRIC). (more…)
Dikirim lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, gelombang pertama yang mencakup baterai pertama sistem rudal hanud Spyder (Surface-to-air Python and Derby) dikabarkan telah tiba di salah satu pelabuhan kontainer di Filipina. Merujuk ke berita yang dirilis Angkatan Udara Filipina pada Juli 2022, dua dari tiga sistem rudal pertahanan udara Spyder akan dikirimkan pada kuartal terakhir tahun ini. (more…)
Sejak resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel pada 14 Juli 2021, intensitas kerja sama antara Uni Emirat Arab (UEA) dengan Negara Yahudi itu kian meningkat. Selain konektivitas penerbangan dibuka antar kedua negara, di sektor pertahanan UEA juga memperlihatkan kemesraan dengan Israel, salah satunya dengan kabar bahwa Negeri Kaya Minyak itu akan membeli sistem rudal hanud Spyder (Surface-to-air PYthon and DERby) buatan Rafael Advanced Defense Systems. (more…)
Perang yang berkobar di Ukraina telah membawa perubahan besar dalam strategi pertahanan di negara-negara Eropa Barat, salah satu yang kentara adalah meroketnya anggaran pengadaan persenjataan. Lantaran punya khawatir terimbas langsung perang antara Ukraina versus Rusia, Jerman rupanya telah antisipatif untuk menggenjot sistem pertahanan udara berbasis rudal, terutama pada potensi menghadapi ancaman serangan rudal balistik yang punya kecepatan hipersonik. (more…)
Boleh dikata litbang pertahanan yang digarap beberapa perusahaan nasional Turki sangat beruntung, pasalnya banyak inovasi yang sukses menjadi prototipe, dan pada akhirnya prototipe tadi benar-benar lulus uji, kemudian dibeli untuk kebutuhan operasional angkatan bersenjata mereka. Dan salah satu contoh terbaru dari Negeri Ottoman adalah suksesnya uji coba rudal hanud jarak jauh Siper. (more…)
Pemerintah Pusat telah menetapkan mega proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara di Kalimantan Timur, dengan proyeksi tuntas dalam periode 23 tahun, atau pada tahun 2045. Dan terkait kelengkapan yang melekat pada IKN Nusantara, salah satu yang tak bisa dikesempingkan adalah ketersediaan fasilitas pertahanan udara yang menjadi elemen kunci pada sebuah ibu kota. (more…)
Ada kesamaan antara Indonesia dan Turki, yakni sama-sama punya obsesi dalam mengembangkan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems). Di Indonesia, pengembangan rudal MANPADS sempat digawangi PT Pindad pada tahun 2017 lalu. Sementara di Turki, pengembangan rudal MANPADS dilakukan oleh manufaktur alutsista, Roketsan, dalam label Sungur Air Defence Missile System. (more…)
Maroko, negeri di Afrika Utara ini boleh dibilang lumayan loyal pada produk lansiran MBDA Systems. Setelah Angkatan Laut Maroko mengadopsi sistem rudal hanud VL (Vertical Launch) Mica M pada frigat SIGMA – RMNS Tarik Ben Ziad F613, maka Angkatan Darat Maroko juga mengadopsi sistem rudal hanud VL Mica dalam varian ground based. Sebagai catatan, Angkatan Laut Indonesia juga merupakan pengguna rudal hanud VL Mica, yakni dipasang pada frigat Martadinata Class. (more…)
Dalam situasi konflik, bila keadaan mendesak, maka improvisasi harus dilakukan. Dan bicara tentang sistem pertahanan udara pada kapal perang permukaan, korvet Vasiliy Bykov Class (Project 22160) dari Armada Laut Hitam Rusia, diwartakan telah dipasangi rudal hanud berbasis di darat (ground based) Tor pada bagian deck helikopternya. (more…)