
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penampakan fisik dari rudal balistik antarbenua (ICBM) masa depan Amerika Serikat, LGM-35A Sentinel, akhirnya terungkap ke publik. Northrop Grumman selaku kontraktor utama sukses menyelesaikan tahap krusial validasi struktural pada bagian depan (integrated front end) rudal nuklir strategis tersebut di Large Acoustic Test Facility milik mereka di Redondo Beach, California. (more…)

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan persaingan nuklir yang kian memanas dengan Amerika Serikat, Cina dilaporkan tengah melakukan langkah masif untuk mengamankan aset strategis paling berharganya. Citra satelit terbaru mengungkapkan aktivitas pembangunan militer skala besar di wilayah gurun terpencil Xinjiang, di mana proyek rahasia ini diidentifikasi oleh para analis keamanan sebagai upaya Beijing untuk membentengi kekuatan nuklir daratnya dari potensi serangan pertama (first strike) yang diluncurkan oleh Washington. (more…)

Setelah bertahun-tahun dibayangi oleh berbagai kendala teknis dan kegagalan uji coba yang dramatis, Moskow akhirnya mengumumkan keberhasilan krusial bagi masa depan kekuatan pencegah nuklirnya. Pada 12 Mei 2026, pejabat militer Rusia melaporkan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat telah menjalani uji coba peluncuran yang dinyatakan sebagai “sukses tanpa syarat” oleh Presiden Vladimir Putin. (more…)

Lanskap keamanan global diprediksi akan mengalami pergeseran besar pada tahun ini seiring dengan rencana Rusia untuk melakukan uji coba besar-besaran terhadap generasi terbaru rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missiles/ICBM) mereka. Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas militer, melainkan upaya ambisius Kremlin untuk memensiunkan sistem veteran RS-12M2 atau yang lebih dikenal sebagai Topol-M. (more…)

Memperingati Hari Pasukan Rudal Strategis (Day of the Strategic Missile Forces) ke-66 yang jatuh pada 17 Desember 2025, Kementerian Pertahanan Rusia menyelesaikan persenjataan ulang (rearmament ) beberapa silo (lubang peluncur bawah tanah) dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars. (more…)

Selain rudal balistik antarbenua (ICBM) DF-5C, parade milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) ke-80 di Beijing pada 3 September 2025, juga menjadi momen bagi Angkatan Bersenjata Cina untuk pertama kalinya memperlihatkan ICBM DF-61. Meski sama-sama rudal balistik antarbenua, namun DF-61 berbeda dalam hal spesifikasi dari DF-5C, bukan hanya soal jangkauan, namun sistem peluncurnya juga berbeda. (more…)

Parade dan defile milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Perang melawan Jepang ke-80, pada 3 September 2025, tuntas digelar di Beijing. Turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, parade militer yang disebut terbesar di dunia itu, menampilkan beragam persenjataan dan alutsista terbaru Cina. Di antara yang ditampilkan, sosok rudal balistik antarbenua DF-5C menjadi yang paling membetot perhatian. (more…)

Dengan dimensi dan bobot yang besar, kapal tender kapal selam (submarine tender) umumnya tidak membawa bekal rudal balistik, melainkan sebatas torpedo atau amunisi yang setara. Namun, berbeda dengan Angkatan Laut Rusia, guna menjamin kesiapan tempur armada kapal selam berpeluncur rudal balistik antarbenua (ICBM), maka submarine tender dengan kemampuan membawa rudal balistik sudah disiapkan, menjadikan kapal selam nuklir Rusia tak perlu kembali ke pangkalan untuk bekal ulang amunisi. (more…)

Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat sudah punya langkah strategis untuk melindungi wilayah daratan utamanya. Ibarat ‘bermain api’ di banyak palagan, maka AS telah mempersiapkan beragam skenario terburuk, salah satunya bila musuh-musuh AS di seluruh dunia akan menyerang dengan rudal balistik antarbenua secara bersamaan. (more…)

Lantaran tidak memuat hulu ledak nuklir, maka tidak ada kerusakan yang signikan dari serangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia ke Dnipro di Ukraina. Namun, serangan ‘uji coba’ Rusia itu telah menciptakan kekhawatiran besar, bukan hanya kepada Ukraina, tapi ke negara-negara Eropa dalam NATO, pasalnya serangan rudal balistik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) untuk pertama kalinya telah membuat sistem pertahanan udara (hanud) kewalahan. (more…)