Tanpa menyebutkan jenis senjata secara spesifik, Pemerintah Astralia lewat Perdana Menteri Scott Morrison telah membuat keputusan untuk mengirimkan bantuan persenjataan ke Ukraina. Morrison menyebut telah mengalokasikan dana sekitar US$50 juta (Aus$70 juta) untuk pembelian persenjataan berupa amunisi dan rudal ringan untuk menghadapi invasi Rusia.
Selain FGM-148 Javelin, ada nama rudal anti tank yang belakangan ikut naik pamornya dalam ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Bila sejumlah Javelin telah dipasok AS untuk muliter Ukraina, maka masih dalam konteks menghadapi potensi serangan dari Main Battle Tank (MBT) Rusia, maka Inggris diketahui juga mengirimkan bantuan rudal anti tank dalam jumlah besar ke Ukraina. (more…)
Meski telah mendapatkan pasokan rudal anti tank FGM-148 Javelin dari Amerika Serikat, itu bukan berarti Ukraina tak punya rudal anti tank produksi sendiri. Namanya memang tak sepopuler Javelin, tapi faktanya Ukraina punya apa yang disebut sebagai Stugna P. (more…)
Dimana ada konflik bersenjata, maka disitu ada peluang untuk mempromosikan suatu atau beberapa jenis persenjataan. Maka tak heran dalam konflik berenjata antara militer Ukraina dengan milisi pro Rusia di Donbass, terdapat nama-nama persenjataan asal AS yang tak asing didengar. (more…)
Militer Rusia ketambahan keluarga baru dalam jagad rudal udara ke permukaan, yang dimaksud adalah Light Multipurpose guided missile (LMUR) “product 305E” atau Izdeliye 305E. Rudal ini dirancang lebih untuk diluncurkan dari helikopter serang Ka-52M dan Mi-28NM, meski tentunya dimungkinkan untuk penggunaan rudal ini pada platform jet tempur Sukhoi Su-25 atau drone tempur Orion. (more…)
Melanjutkan generasi rudal anti tank Kornet yang legendaris, dari ajang International Military-Technical Forum “ARMY-2021″, Rusia menampilkan varian terbaru dari rudal Kornet yang diberi label Kornet-EM multipurpose long-range missile system yang ditempatkan dalam platform ranpur lapis baja K-4386 Typhoon 4×4. (more…)