Tag: rudal

Surveillance Radar Rudal Rapier, Mampu Dialihfungsi Mendukung Peran Meriam PSU S-60 57mm TNI AD

Rapier-Missiles-3

Karena usia yang uzur, rudal Rapier memang telah purna tugas, tapi perangkat penunjang sistem rudal tersebut sampai saat ini masih tersimpan, terawat dan dapat dioperasikan oleh Arhanud TNI AD. Diantaranya adalah komponen radar blindfire, generator, fire control unit, dan unit peluncur rudal (launcher unit). Dengan ide dan kreativitas, komponen sistem rudal Rapier kini dapat ‘dibangkitkan’ dari tidurnya. (more…)

Spyder, Ini Dia Sistem Rudal Hanud Hybrid Andalan Singapura

Spyder-1

Namanya Spyder (Surface-to-air PYthon and DERby) buatan Rafael dan Israel Aircraft Industries (IAI), inilah sistem peluncur rudal pertahanan udara (hanud) titik (point defence) yang paling jadi andalan Negeri Pulau Singapura. Dalam satu platform peluncur, Sypder dapat memuat dua jenis rudal hanud yang berbeda, dirancang untuk menggasak sasaran yang terbang rendah dan sasaran dalam medium range. Soal battle proven, pembom intai Tupolev Tu-22MR Backfire dan pesawat serang darat Sukhoi Su-25 Rusia telah menjadi korban keganasan Spyder. (more…)

KRI Karang Pilang 981: Nasib Kapal Angkut Sipil yang Terkena “Wajib Militer”

Karangpilang2

Wamil (wajib militer) nyatanya tak melulu ditujukan ke warga sipil, untuk memperkuat kebutuhan operasional, baik TNI AL dan TNI AU jamak menerima ‘wamil’ berupa limpahan wahana yang awalnya sebagai transportasi sipil. Di lingkup armada TNI AL, adalah Satban (Satuan Kapal Bantu) yang dipercaya mengkaryakan kapal-kapal eks sipil yang dikonversi sebagai kapal pengangkut pasukan. Nah, untuk urusan yang satu ini, TNI AL rupanya punya bebarapa varian.

(more…)

Airbus Helicopters EC725 Super Cougar – Andalan SAR Tempur Paskhas TNI AU

self protection systems for ec725 caracal-050210yourfile

Peran SARpur (SAR/search and rescue Tempur) atau combat rescue adalah bagian dari kemampuan yang dimiliki Korps Paskhas TNI AU. Saat terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat udara/helikopter, kemudian lagi jika muncul situasi pilot jatuh di behind enemy lines, maka tim penolong harus punya kemampuan SAR dan tempur secara bersamaan. Andalan untuk misi SAR tempur yang paling dominan tak lain adalah helikopter.

(more…)

MBDA Mica Naval: Generasi SAM VLS Pertama Untuk TNI AL

Nahkoda Ragam Class
Nakhoda Ragam Class (aka Bung Tomo Class)

Sejak adopsi rudal Yakhont pada salah satu frigat kelas Van Speijk, otomatis TNI AL memasuki babak baru dalam teknologi peluncuran rudal. Pasalnya, Yakhont yang menyandang predikat rudal jelajah anti kapal (ASM/anti ship missile) diluncurkan secara VLS (vertical launching system). Sebelum hadirnya Yakhont, armada TNI AL hanya berkutat pada pola peluncuran rudal secara konvensional, yaitu platform rudal terpasang kearah tertentu (heading) yang biasanya ke sisi atau kanan lambung kapal dengan besaran sudut tertentu terhadap cakrawala. (more…)

Thales MW08 – Radar Intai Korvet SIGMA Class TNI AL

diponegoro24

Hingga kini, korvet SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) masih menjadi flagship bagi armada kapal perang TNI AL. Selain datang dengan kondisi beli baru, 4 korvet SIGMA yang terdiri dari KRI Diponegoro 365, KRI Sultan Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367 dan KRI Frans Kaisiepo 368, memang punya bekas sistem senjata dan seabreg perangkat elektronik yang paling maju diantara kapal perang TNI AL lainnya. (more…)

Terma SCANTER 4100: Radar Intai Terbaru Untuk KRI Fatahillah 361

KRI_Fatahillah_(361)

Meski tergolong alutsista tua, tapi keberadaan frigat Fatahillah Class punya arti tersendiri bagi TNI AL. Selain dibekali persenjataan yang cukup padat dengan kaliber besar, seperti meriam Bofors 120 mm dan rudal anti kapal MM-38 Exocet, Fatahillah Class yang terdiri dari KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363, adalah produk gress yang dibeli baru. Setelah sekian lama sebelumnya lebih banyak membeli alutsista bekas. (more…)

Starstreak HVM: Rudal Tercepat Arhanud TNI AD

1-high-velocity-missile

Pasca pensiunnya rudal Rapier, boleh jadi belum ada rudal arhanud yang benar-benar mumpuni dan mampu bikin pede pertahanan udara di wilayah Ibu Kota Jakarta. Pengganti Rapier memang ada, seperti rudal Grom buatan Polandia, soal kinerja dan performa rudal ini memang menjadi kontroversi. Nyatanya, sekalipun telah ada Grom dalam peluncur Poprad dan kanon 23 mm ZUR komposit Grom, Arhanud TNI AD masih memesan rudal lain dalam segmen MANPADS (Man Portable Air Defence Systems), yakni rudal Mistral dalam platform Atlas, dan kini juga tengah melirik rudal QW-3 buatan Cina. (more…)

NLAW: Rudal Anti Tank Infanteri TNI AD, Siap Melibas MBT!

Bila dibandingkan dengan negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia, maka update alutsista TNI, khususnya di lini kavaleri memang tertinggal. Bicara soal MBT (main battle tank), baru setelah lewat pembahasan yang berliku, gelombang tank Leopard 2A4 mulai berdatangan tahun ini di Tanah Air. Meski demikian, bukan berarti TNI tak antisipatif pada perkembangan ranpur lapis baja di negara tetangga.

(more…)

Arhanud TNI AD Lirik Rudal MANPADS QW-3

Install QW-3 pada platform peluncur di truk SX 2110
Install QW-3 pada platform peluncur di truk SX 2110

Menuju MEF (minimum essential force) tahun 2014, elemen Arhanud TNI AD mendapat jatah modernisasi beragam alutsista. Yang cukup mendapat sorotan adalah penambahan jenis rudal darat ke udara (SAM/surface to air missile). Rudal yang digadang menuju MEF 2014 diantaranya rudal Mistral Atlas dan rudal Starstreak, kedua rudal ini memang punya teknologi canggih dengan sensor penjejak yang sensitif. Tapi harus diakui, kedua rudal baru Arhanud TNI AD yang disebut barusan masih bersandar pada platform MANPADS (Man Portable Air Defense System) yang masuk kelompok SHORAD (short range air defence), alias pertahan udara jarak dekat. (more…)