
Setelah sukses membawa sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Netra Mk1 berbasis jet regional Embraer ERJ-145 hingga meraih izin tempur akhir, Angkatan Udara India (IAF) kini bersiap melakukan lompatan teknologi yang jauh lebih besar. Melalui Defence Research and Development Organisation (DRDO), India tengah mempercepat pengembangan varian terbaru yang diberi kode Netra Mk2 di bawah program AWACS India. (more…)

Netizen yang budiman tentu sering mendengar istilah jet tempur multirole atau multiperan. Istilah ini melekat erat pada jet tempur legendaris seperti F-16 Fighting Falcon besutan Amerika Serikat. Namun, saat pabrikan dirgantara Perancis, Dassault Aviation, merilis jet tempur andalan mereka, Rafale, mereka menolak label tersebut dan memperkenalkan kosakata baru yang terdengar asing bagi sebagian orang, yakni “Omnirole”. (more…)

Pengembangan jet tempur generasi 4.5 KF-21 Boramae terus menunjukkan kemajuan teknologi yang signifikan, khususnya pada sektor avionik utama. Salah satu komponen paling krusial yang menjadi otak penginderaan jet tempur ini adalah sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang secara resmi diberi nama APY-016K. (more…)

Upaya penguatan sistem pertahanan udara terintegrasi Indonesia kembali mencatat pencapaian strategis yang sangat krusial. Pada tanggal 18 Mei 2026, bertempat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pabrikan pertahanan asal Perancis, Thales, secara resmi menyerahkan dua unit pertama radar pengawas udara jarak jauh Ground Master (GM) 403 kepada TNI AU. (more…)