Dari beberapa perusahaan pertahanan asal Turki yang menawarkan solusinya di Indonesia, Aselsan menjadi salah satu yang meraih perhatian. Terkait dengan pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025), Aselsan pada tanggal 13 Juni 2025 meresmikan kantor perwakilannya di Jakarta, menjadikannya sebagai perusahaan pertahanan kedua dari Turki yang membuka kantor di Indonesia, setelah Turkish Aerospace Industries (TAI) yang membuka kantor di Bandung pada 25 Agustus 2024. (more…)
Bersamaan dengan proyek pembangunan Landing Platform Dock (LPD) pesanan Uni Emirat Arab (UEA) Al Maryah class, PT PAL Indonesia dalam Indo Defence 2024 juga ikut mempromosikan platform LPD tersebut untuk pasar ekspor, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara. (more…)
Meski terjalin kerja sama yang erat antara indudstri pertahanan Indonesia dan Turki, namun dalam Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2025, industri pertahanan kedua negara rupanya harus berkompetisi terkait proyek Multirole Support Ship (MRSS) untuk kebutuhan Angkatan Laut Malaysia. (more…)
PT PAL Indonesia bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah melaksanakan keel laying atau peletakan lunas kapal Frigat Merah Putih kedua. Keel laying merupakan tahapan peletakan konstruksi utama struktur badan kapal dan menjadi perhitungan awal usia sebuah kapal. (more…)
Keberhasilan PT PAL Indonesia dalam menyelesaikan pemeliharaan dan perbaikan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) 332 berperan penting dalam meningkatkan performa kapal tersebut. Kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) ini telah tiba di Dermaga Kuru, HMAS Coonawara Naval Base, Darwin, setelah menempuh perjalanan 440 mil laut dari Kupang. Pelayaran tersebut merupakan bagian dari Latihan Multilateral Kakadu 2024. (more…)
Meski tidak diungkapkan detail kerja sama yang disepakati, ada kabar baik bagi pengembangan industri pertahanan maritim nasional, yakni PT PAL Indonesia dipercaya untuk menjalankan kerja sama strategis di bidang teknologi dan industri pertahanan, khususnya di bidang persenjataan. (more…)
Pada bulan Oktober 2024, rencananya unit perdana OPV/Frigat PPA Paolo Thaon di Revel class akan tiba di Indonesia, dilanjutkan unit kapal kedua pada bulan April 2025. Kedua kapal perang produksi Italia itu menjadi angin segar dalam dunia pengadaan alutsista kapal perang, pasalnya sudah sangat lama TNI AL tidak mendatangkan kapal kombatan dari Italia. Dan terkait aroma baru dari Italia, rupanya turut membawa sentuhan kerja sama baru bagi PT PAL Indonesia. (more…)
Berlakunya kontrak efektif yang ditandai pembayaran uang muka atas program kapal selam Scorpène Evolved Full Lithium-Ion (LiB) menanti untuk dijalankan, pasalnya TNI AL sebagian satuan pengguna baru akan menyiapkan pelatihan bagi calon pengawak kapal selam setelah Scorpene class mulai dibangun oleh PT PAL Indonesia. (more…)
PT PAL Indonesia pada hari Rabu (5/6/2024) melaksanakan tahapan penting dalam pembangunan proyek frigat Merah Putih (Arrowhead 140), yakni first steel cutting (pemotongan plat baja pertama) unit kedua frigat Merah Putih (W000305), di Workshop Fabrikasi Divisi Kapal Niaga. Bagi PT PAL, pembangunan frigat Merah Putih merupakan lompatan besar, pasalnya inilah kapal perang kombatan dengan tonase terbesar yang akan dibangun oleh BUMN Strategis ini. (more…)
Setelah resmi melakukan upacara First Steel Cutting (FSC) kapal ekspor Landing Platform Dock (LD) Tarlac class kedua pesanan Angkatan Laut Filipina pada Januari 2024 silam, PT PAL Indonesia mencatat capaian baru kemajuan pembangunan ke tahap Keel Laying. Peresmian upacara tersebut dikemas secara padat sekaligus dilakukan peninjauan oleh Komite Inspeksi dan Penerimaan Teknis atau Technical Inspection and Acceptance Committee (TIAC) dari Angkatan Laut Filipina di workshop PT PAL Indonesia. (more…)