Setelah unit keempat dan kelima dikirim pada 21 Juli lalu, pada hari ini, 19 November 2021, dilakukan pengiriman unit keenam helikopter Bell-412 EPI (Enhanced Performance Integrated) untuk kebutuhan Skadron 11 Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). (more…)
Terkait dengan negosiasi rencana pengadaan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, Indonesia menginginkan porsi otonomi yang lebih besar atas produksi CN-235, yakni sebagai bagian dari offset yang diminta oleh Indonesia dari Airbus. (more…)
PT Dirgantara Indonesia (DI) kembali mengirimkan satu unit pesawat angkut ringan NC212i Troop Transport pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk Skadron Udara 4 TNI AU, Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (more…)
Kilas balik ke Agustus 2019, saat itu PT Dirgantara Indonesia dengan bangga merilis CN-235 220 Flying Test Bed (FTB), yakni pesawat dengan fungsi khusus dengan livery merah-putih. Kala itu CN-235 220 FTB diluncurkan salah satunya untuk mendukung proyek Gunship, dimana uji coba konfigurasi payload akan dilakukan dari testbed aircraft atau flying test bed. (more…)
Di tengah tensi politik dalam negeri yang meninggi, rupanya ada kabar baik dari Bumi Parahyangan, dimana PT Dirgantara Indonesia, pada Selasa 8 Desember 2020, berhasil melaksanakan maiden flight alias uji terbang perdana pesawat intai maritim pesanan AU Senegal, CN-235 220 MPA. (more…)
BUMN Strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) hari ini, 30 Oktober 2019 telah mengirim satu unit pesanan CN-235 220 Military Transport pesanan AD Nepal secara ferry flight dari Bandung ke Kahtmandu. (more…)
Kilas balik ke Agustus 2018 , saat itu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) membuat kejutan dengan kabar bahwa BUMN Strategis tersebut berencana untuk mengembangkan varian baru dari platform CN-235 220, dan seperti telah diketahui bahwa yang digadang PT DI adalah CN-235 220 Gunship. Tak sekedar rencana semata, jenis kanon pun sudah disiapkan untuk varian prototipe-nya yang akan dicoba pada akhir tahun ini. (more…)
Meski gagal meloloskan order tiga unit helikopter kepresidenan AW101 VVIP, AgustaWestland (sekarang Finmeccanica Helicopter Division) masih mendapat angin segar untuk eksis di Indonesia. Setelah berhasil menjual dua unit heli AW139 ke Travira Air, perusahaan charter pesawat/helikopter yang berbasis di Jakarta, dengan basis tipe AW139, Finmeccanica telah memasok helikopter untuk kebutuhan BASARNAS (Badan SAR Nasional). Bahkan AW139 didapuk sebagai helikopter BASARNAS yang paling canggih. (more…)
Super Puma TNI-AL pernah dipasangi dummy AM-39 Exocet
Super Puma Puspenerbal TNI AL memang spesial, disamping kodratnya sebagai helikopter angkut, produksi PT Dirgantara Indonesia (d/h PT IPTN) ini juga punya kemampuan sebagai platform peluncur rudal anti kapal AM-39 Exocet. Meski proyek meluncurkan Exocet akhirnya batal, Super Puma TNI AL tampil beda dengan bekal search radar dan radar intai maritim di bawah hidung. (more…)
Disaat usia N22/N24 Nomad kian renta, Puspenerbal TNI AL harus berpikir keras untuk menghadirkan pesawat intai taktis pengganti. Saat itu di tahun 2005, pilihan telah dijatuhkan pada PZL M28 Skytruck, pesawat transport ringan bermesin turbo propeller buatan PZL (Polskie Zaklady Lotnicze) Mielec, Polandia. TNI AL dikala itu direncanakan bakal menerima 11 unit M28 Skytruck versi intai maritim. (more…)