Tag: Perang Rusia Vs Ukraina

Beredar Video Pabrik Drone Kamikaze Shahed-136 (Geran 2) di Rusia Telah Beroperasi

Setelah Iran dan Rusia memulai pembangunan pabrik drone kamikaze pada awal tahun 2023, maka untuk pertama kalinya beredar video pendek yang memperlihatkan fasilitas produksi drone tersebut yang berada di kota Yelabuga, Republik Tatarstan, Rusia tengah. Meski keterangan pada video terbilang minim, namun terlihat jalur produksi varian drone Shahed-136 telah berjalan secara masif, yang mencitrakan kesiapan Rusia untuk meladeni peperangan di sepanjang 2024 ini. (more…)

Kolaborasi dengan Museum Tank, Perusahaan Inggris Produksi Komponen Suku Cadang untuk Ranpur Ukraina yang Berstandar Soviet

Meski militer Ukraina telah dipasok dengan banyak kendaraan tempur (ranpur) dari negara-negara NATO, namun tetap saja, mayoritas ranpur yang digunakan Ukraina berasal dari era Soviet. Dan saat menghadapi perang yang berlarut, maka ketersediaan dan pasokan suku cadang bisa menjadi mimpi buruk, maklum saat ini tak banyak perusahaan Ukraina yang dapat memproduksi suku cadang ranpur berstandar Soviet. Nah, rupanya ada terobosan yang dilakukan perusahaan asal Inggris. (more…)

Ketar-ketir Terimbas Perang, Belanda Pesan Sembilan Unit “DITA” untuk Ukraina

(Excalibur Army)

Lantaran ketar-ketir terkena imbas perang, maka Belanda yang ‘lemah’ pada aspek kekuatan darat, secara langsung berkepentingan untuk mendukung dan mempersenjatai militer Ukraina dengan alutsista canggih. Salah satu yang dilakukan Negeri Kincir Angin adalah dengan membeli self propelled howitzer produksi Republik Ceko, yakni DITA, yang nantinya akan dipasok untuk kebutuhan Ukraina. (more…)

Rusia Pelajari dan Jadikan M2A2 Bradley ODS-SA Sitaan Sebagai Sasaran Tembak Kanon 30mm

Kilas balik ke Desember 2023, saat itu diwartakan militer Rusia berhasil mendapatkan ranpur M2A2 Bradley ODS-SA dalam keadaan utuh, setelah ditinggalkan oleh pasukan Ukraina di medan perang. Meski berstatus Infantry Fighting Vehicle (IFV), namun M2A2 Bradley faktanya mampu merepotkan pertahanan pasukan Rusia, termasuk berhasil membungkam Main Battle Tank (MBT) T-90M dengan tembakan gencar kanon 25 mm. Nah, belum lama berselang ada kabar, bahwa Rusia telah mempelajari setiap detail dari M2A2 Bradley yang berhasil ditangkap. (more…)

Rusia Hancurkan Peluncur Sistem Hanud NASAMS Ukraina, Diduga Akibat Serangan Rudal Iskander

Setelah M1A1 SA Abrams yang rontok perdana di wilayah Avdeyevka, Donetsk Oblast, Ukraina, kini ada kabar terbaru, bahwa untuk pertama kalinya peluncur sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) yang dipasok oleh AS dan Norwegia, berhasil dihancurkan Rusia dalam sebuah serangan di dekat desa Malyshevka, wilayah Zaporozhye, 50 km dari garis depan pertempuran. (more…)

Diserang Drone Kamikaze Rusia, MBT M1A1 Abrams SA Ukraina Rontok Perdana

Apa yang selama ini menjadi ‘tebakan’ oleh netizen pemerhati alutsista, akhirnya kejadian juga, yakni untuk pertama kalinya terkonfirmasi M1A1 SA (Situational Awareness) Abrams, Main Battle Tank (MBT) Ukraina yang dipasok oleh Amerika Serikat, telah dihancurkan lewat serangan drone kamikaze, dan untuk efek publikasi, rekaman video dan bukti kehancuran Abrams berhasil di foto dari udara oleh drone intai Rusia. (more…)

Dari Analisa Foto Satelit, Rusia Diduga Tingkatkan Produksi Jet Tempur Sukhoi Su-35

Fasilitas produksi dan perakitan Sukhoi Su-35 di di Komsomolsk-on-Amur (foto: SpaceKnow)

Memasuki tahun ketiga perang Ukraina, tantangan yang dihadapi Rusia di udara akan semakian berat. Selain menghadapi sistem artileri pertahanan udara (hanud), bakal hadirnya jet tempur F-16 Fighting Falcon yang akan memperkuat Angkatan Udara Ukraina, sedikit banyak bisa merepotkan Rusia di Udara. Guna menandingi F-16, maka superioritas udara harus dikedepankan, yang salah satunya dengan memaksimalkan keunggulan manuver dari jet tempur Sukhoi Su-35. (more…)

Mampu Deteksi Kehadiran Drone FPV, Rusia Sebar 1.000 Unit Yurka Drone Detectors

Menjatuhkan atau menetralisir serangan drone mungkin tidak terlalu sulit, namun, yang menjadi tantangan terbesar adalah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan drone itu pada tahap sedini mungkin. Deteksi dengan radar intai konvensional kadang tidak terlalu efektif karena ukuran done yang kecil dan terbang rendah. Untuk menyiasati kasus di atas, pasukan Rusia di Zona Operasi Khusus (Ukraina) akan diperkuat dengan 1.000 unit Yurka, yakni jenis detektor drone yang punya fitur canggih. (more…)