
Jumlah satu baterai kanon hanud Type 90/35 mm untuk Arhanud Korps Marinir jelas bukan sesuatu yang ideal, maklum satu baterai artinya hanya terdiri dari empat pucuk kanon. Dalam operasi melindungi obyek vital (obvit) terasa jauh dari kata ideal. Namun pengadaan kanon twin gun buatan Norinco – Cina, seolah menjadi angin segar setelah sekian lama alutsista Arhanud Korps Baret Ungu belum mendapatkan modernisasi peralatan tempur. (more…)

Truk Isuzu Elf NPS 4×4 milik Batalyon Arhanud Ringan 1 Kostrad TNI AD kini bisa disebut sebagai rantis (kendaraan taktis) TNI yang paling mematikan. Dari aspek platform, Isuzu Elf NPS 4×4 tak ubahnya truk rantis TNI yang punya kemampuan offroad dan mengemban misi angkutan taktis operasional dalam operasi perang dan non perang. Namun lain dari itu, Isuzu Elf NPS 4×4 Yon Arhanudri 1 menjadi sosok yang lethal tatkala bagian bak-nya ditempati kanon PSU (Penangkis Seragan Udara) Type 80 Giant Bow twin gun kaliber 23 mm. (more…)

Bila dirunut dari rekam jejaknya, Norinco (China North Industries Corporation), perusahaan pelat merah milik Pemerintah Cina, sudah lumayan komplit memasok beragam alutsista di Indonesia. Setelah ada rudal anti kapal, rudal anti serangan udara, panser, roket anti tank, sampai mortir, di awal masa reformasi Norinco juga memasok senapan serbu dalam jumlah yang lumayan besar ke Indonesia. Senapan serbu yang diberi label AK-2000P awalnya didapuk sebagai penerus kesuksesan AK-101/102 dari Rusia. (more…)

Nama Norinco (China North Industries) lumayan berkibar dalam jagad alutsista nasional, manufaktur senjata milik Pemerintah Cina ini telah memasok rudal anti kapal, rudal anti serangan udara (MANPADS), radar hanud, roket anti tank, panser, kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) sampai self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) untuk TNI. Namun tidak itu saja, produk lansiran Norinco ternyata juga mencakup senjata bantu infanteri, yakni berupa mortir kaliber 81 mm. (more…)

Ketika muncul berita bahwa Korps Marinir TNI AL kurang puas atas performa ranpur amfibi BTR-4M. Boleh jadi terbuka peluang untuk pengadaan ranpur amfibi dari pabrikan lain. Apakah yang dicari nanti tetap dalam platform panser 8×8, ataukah justru memperkuat elemen ranpur roda rantai, jawabannya berpeluang pada priortitas kebutuhan dan ketersediaan dana. Dan diantara nama pabrikan alutsista yang cukup meroket namanya saat ini adalah Norinco (China North Industries Corporation). (more…)

Korps Marinir kerap memberi kejutan dalam hal adopsi alutsista. Seperti pada lini Artileri Medan (Armed), bila sebelumnya mengacu pada produk asal Eropa Timur, yakni Self Propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan RM70 Vampire dari Republik Ceko, maka kali ini ada kabar bahwa Armed Korps Baret Ungu telah diperkuat dengan tambahan empat unit Self Propelled MLRS Type 90B asal Negeri Tirai Bambu. (more…)

Dari aspek tongkrongan, sistem hanud (pertahanan udara) lansiran Cina ini mengingatkan pada sosok Pantsir S-1 buatan Rusia. Sky Dragon 12 buatan Norinco (North Industries Corporation) memang ditempatkan dalam platform heavy truck 8×8, dibekali 12 rudal (masing-masing 6 unit pada tiap sisi) dan radar penjejak target yang semuanya terintegrasi dalam satu mounting. Meski ada kemiripan, sayangnya Sky Dragon 12 hadir minus tanpa kanon. Dan melengkapi penawaran Sky Dragon 50 medium air defence (Menad), di Indo Defence 2016 Norinco turut memperkenalkan Sky Dragon 12 sebagai solusi SHORAD (Short Air Range Air Defence). (more…)

Alutsista dari Cina ibarat kuda hitam di Indonesia, tidak pernah jadi unggulan namun dari jenis dan kuantitas sudah banyak tersebar di setiap matra. Dan salah satu pencapaian “emas” alutsista dari Cina yakni perannya yang dominan memasok kebutuhan sistem rudal hanud (pertahanan udara) dan rudal anti kapal. Dan kini Cina kian giat melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, salah satu yang mendapat highlight adalah upaya Norinco (North Industries Corporation) untuk menawarkan sistem rudal hanud medium air defence (Menad) Sky Dragon 50 (GAS2) untuk kebutuhan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU. (more…)

Instruktur dari Norinco, manufaktur persenjataan dari Cina, mulai hari ini melangsungkan program pelatihan pada 16 prajurit pengawak kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Type 90/35 mm Twin Gun dan operator radar pengendali tembakan AF902 FCS (Fire ControlSystem). Seperti telah disebutkan dalam berita terdahulu, satuan Artileri Pertahanan Udara Korps Marinir TNI AL telah mendapat pengadaan kanon PSU dual laras Type 90/35 mm, yang tak lain adalah lisensi dari kanon Oerlikon GDF buatan Rheinmetall Air Defence AG (d/h Oerlikon Contraves). (more…)

Tak hanya lini Artileri Medan Marinir yang mendapat peningkatan kekuatan alutsista, setelah belum lama ini kedatangan MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Vampire, kini Resimen Artileri Marinir TNI AL dilengkapi alutsista terbaru jenis kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Type 90/35 mm buatan Norinco, Cina. Dalam satu sistem senjata, juga termasuk AF902 FCS (Fire Control System). (more…)