
Meski sudah dikenal sejak era Perang Dunia Kedua, segmen senjata yang satu ini bisa dikata kurang populer, bahkan sepertinya belum pernah terdengar diaplikasikan secara khusus oleh TNI AL. Namun, faktanya senjata anti pasukan katak (anti frogman) terus dikembangkan, khususnya bagi kekuatan laut yang punya kerawanan tinggi atas aksi sabotase bawah air yang dilakukan pasukan katak. (more…)

Ada yang unik dari Korps Marinir Thailand, yaitu mampu mengkolaborasikan dua ranpur lapis baja amfibi dari dua kubu yang berbeda. Yang pertama dan sudah begitu dikenal adalah AAV7A1 (dikenal juga dengan sebutan LVTP-7) buatan Amerika Serikat. Dan satu lagi adalah Norinco ZBD05 buatan Cina, yang dalam versi ekspornya disebut VN16. (more…)

Ada yang unik dari program akusisi dan modernisasi alutsista Thailand, pasalnya Negeri Gajah Putih ini terlihat bisa luwes menggunakan alutsista besutan AS/Barat dan Cina. Untuk matra udara misalnya, program eMLU (enhanced Mid-Life Update) pada armada F-16 Fighting Falcon sudah lebih maju dan tuntas ketimbang Indonesia. Bicara helikopter angkut serbaguna, selain mengoperasikan Mi M-17V5, Angkatan Darat Thailand juga pengguna helikopter Black Hawk. (more…)

Nama Norinco (North Industries Corporation) tentu sudah tak asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya tak sedikit produk lansiran Norinco yang diadopsi oleh ketiga matra di TNI. Dan, ada kabar bahwa Norinco belum lama ini merilis rantis lapis baja anyarnya yang punya kemampuan MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected). (more…)

Cina kembali membuat jagad pemerhati alutsista global penasaran, setelah belum lama berselang, China North Industries Group Corporation atau Norinco, merilis informasi bahwa akan mengirimkan lima unit drone copter kombatan jenis CR500 Golden Eagle ke suatu negara yang dirahasiakan identitasnya. (more…)

Lama tak terdengar kabar beritanya, belum lama ini diwartakan kanon laras putar reaksi cepat NG-18 kaliber 30 mm buatan Norinco, kembali melontarkan hujan proyektilnya dalam sebuah latihan di Selat Makassar. Dari atas buritan KRI Tombak 629, NG-18 yang menggunakan metode tembakan remote berhasil menembak sasaran. Sekaligus dalam foto yang dirilis Dispen Koarmada II, memperlihatkan telah terpasangnya dua peluncur rudal anti kapal C-705. (more…)

Jangan dikira bila Cina hanya meng-copas desain alutsista dari Rusia, Amerika Serikat, Perancis dan Swedia. Tak disangka, rancangan ranpur lapis baja roda rantai bertampang imut asal Jerman, Rheinmetall Wiesel ternyata juga dicaplok desainnya oleh pabrikan dari Negeri Panda. (more…)

China North Industries Group Corporation (Norinco) mungkin cukup bangga pada keluarga ranpur amfibi ZBD05, atau dikenal juga dengan label Type 05, pasalnya selain dioperasikan oleh angkatan darat dan Marinir Cina, varian ZBD05 juga tengah dilirik oleh Thailand dan Venezuela. (more…)

Nama ranpur amfibi besutan Norinco ini telah tersohor sebagai yang tercepat melaju di air untuk saat ini. Selain jadi andalan pasukan pendarat Negeri Tirai Bambu, Thailand dan Venezuela pun ikut kepincut pada varian ranpur ZBD05. Dan belum lama ini, terendus varian baru untuk ranpur yang juga diberi label Type 05 ini. (more…)

Reverse engineering yang dilakukan Cina selama ini dominan terdengar di lini senjata genggam, rudal, tank/panser, jet tempur sampai meriam/kanon. Sementara untuk pencapaian di lini bantuan tempur (banpur) jarang terdengar atau minim diulas oleh media. Namun jangan salah, ternyata manufaktur kampiun China North Industries Corporation (Norinco) ternyata punya produk untuk satuan zeni tempur (Zipur), yakni kendaraan ponton amfibi dengan penggerak roda rantai atau tracked self-propelled (SP) pontoon bridge system. (more…)