
Di awal masa reformasi, publik dikejutkan saat Korps Brimob Polri menyandang senapan serbu varian AK buatan Rusia. Betapa tidak, saat mitra TNI menggunakan senapan serbu nasional Pindad SS-1, namun Brimob tampil beda. Tapi jangan berpikir negatif dulu, pasalnya saat itu kapasitas produksi dalam negeri belum memadai, sementara Brimob punya kebutuhan mendesak untuk mengganti senjata yang usang dan rusak. Dari 31 ribu anggota Brimob saat itu, ironisnya hanya tersedia 17 ribu pucuk senapan serbu. (more…)

Ditilik dari spesifikasi, rantis (kendaraan taktis) PT44 Maesa mestinya sudah ideal untuk kebutuhan peran taktis TNI akan truk serbaguna berkemampuan offroad. Namun nyatanya sampai saat ini nasib truk yang kandungan lokalnya disebut-sebut sudah 90% ini tidak jelas, justru Kementerian Pertahanan (Kemhan) memilih Isuzu NPS 75 4×4 untuk mengisi kebutuhan truk serbaguna di kelas 2,5 ton untuk ketiga matra. Padahal PT44 Maesa juga sudah berpenggerak 4×4 dan dilengkapi Independent Suspension System. (more…)

Setelah Denmark, Perancis dan India, boleh jadi Italia bakal turut dalam tender pengadaan kapal perang utama TNI AL pada tahun 2017. Meski belum dikenal sebagai pemasok utama alutsista, namun secara kualitas kehadiran cita rasa Italia cukup melekat di Tanah Air, contohnya keberadaan meriam reaksi cepat OTO Melara 76 mm di frigat/korvet TNI AL. Bila flash back ke era 60-an, TNI AL bahkan pernah mengoperasikan korvet buatan Italia, yakni Albatross Class dan Almirante Clemente Class. (more…)

Selain keberadaan ranpur amfibi, hadirnya keluarga heavy truck Tatra memberi warna sendiri dalam etalase kesiapan operasi Korps Marinir TNI AL. Dengan wilayah penugasan yang tergolong menantang, adanya truk bermuatan besar plus punya kemampuan offroad menjadi suatu keharusan bagi Marinir. Setelah sebelumnya hadir Tatra T813 Kolos dan Tatra T815-7, keluarga Tatra pada Marinir bertambah dengan rantis Tatrapan 6×6. (more…)

Keriuhan dan debat seputar siapa jet tempur yang layak sebagai pengganti F-5 E/F Tiger II seolah tak ada habisnya. Harus diakui tema tersebut memang seru, mulai dari kaitan soal performa antar kontestan, sampai bergeser ke urusan politik. Namun dari sekian kriteria yang diinginkan pihak user (TNI AU), bahwa sang pesawat tempur yang baru nanti harus menjamin sisi interoperabilitas data dan komunikasi. (more…)

Segala jenis senapan serbu terbaru dari manca negara memang lumrah untuk dicoba, atau paling tidak dimiliki sample-nya oleh pasukan khusus TNI. Tak lain tujuannya agar personel berkualifikasi khusus bisa meng-update pengetahuan tentang senapan serbu anyar yang kini beredar. (more…)

Sisi lain peperangan selain dampak kerusakan, korban dan kerugian serta penderitaan adalah pelajaran berharga. Pelajaran berharga? Ya benar. Pelajaran berharga yang dimaksud adalah pelajaran berharga untuk membangun kekuatan militer sekuat mungkin dan setangguh mungkin.Hal tersebut yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya. Trauma berat akan kerugian Perang Dunia ke-2 dan Perang Pasifik telah mendorong mereka menjadi salah satu pakta pertahanan terbesar di dunia, NATO. Pakta pertahanan terbesar ini selalu merasa “haus” dan “lapar” dalam pengembangan inovasi teknologi militer dari masa ke masa. (more…)

Tentu masih hangat dalam ingatan musibah hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 pada 8 Maret 2014 di Samudera Hinda. Beragam upaya dan kerjasama internasional menjadikan pencarian pesawat Boeing 777-200 ER ini sebagai aksi SAR terbesar sepanjang sejarah dunia. Meski hingga hari ini belum juga ditemukan titik terang keberadaan kotak hitam, usaha keras terus dilakukan. Setelah pencarian lewat udara dirasa nihil, terakhir diturunkanlah wahana AUV (Autonomous Underwater Vehicle) jenis Bluefin-21 yang dioperasikan AL AS.
(more…)

Dari begaram senapan runduk yang dimiliki TNI, H&K G3/SG-1 punya ke khasan tersendiri, pasalnya senjata berkualfikasi sniper ini dibangun atas rancangan senapan serbu G3 yang melegenda. Kostrad TNI AD jadi salah satu kesatuan yang secara jelas menggunakan G3/SG-1. Bahkan, personel TNI pun pernah mendaulat senjata ini sebagai kelengkapan dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. (more…)

Punya produk handal dan tak pelit berbagi lisensi, menjadikan Fabrique Nationale (FN) Belgia sukses menghantarkan Minimi ke pasaran dunia. Bahkan, saking populernya, muncul istilah “Apapun senapan serbu nergaranya, senapan mesin regunya pasti Minimi.” Begitu juga dengan TNI yang menganut amunisi standar NATO kaliber 5,56 mm untuk lini senapan serbu. Seolah ingin mensinergikan standar amunisi senapan serbu dan senapan mesin regu, adopsi Minimi di lingkungan satuan infanteri TNI begitu luas, di setiap matra dipastikan ada populasi senjata ini. (more…)