Masalah suku cadang menjadi materi yang diperdebatkan dalam proyek pengadaan 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 bekas pakai Angkatan Udara Qatar pesanan Kementerian Pertahanan yang saat ini berstatus ditunda, pasalnya pihak pabrikan Dassault Aviation sudah tidak lagi memproduksi suku cadang dan komponen Mirage 2000. Namun, bila opsi akuisisi Mirage 2000-5 dilanjutkan, maka Indonesia mungkin bisa belajar dari kasus yang ada di Taiwan. (more…)
Meramaikan Debat Capres ketiga yang berlangsung 7 Januari 2024, Indomiliter.com menggelar polling singkat tentang kelanjutan pengadaan 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 eks Qatar yang dinyatakan ditunda akibat tekanan anggaran. Meski berat dari aspek anggaran yang mengandalkan pinjaman luar negeri. Namun karena berstatus ditunda, maka masih ada kemungkinan untuk dilanjutkan proses pengadaan ini. (more…)
Rencana pengadaan 12 jet tempur Mirage 2000-5 eks Angkatan Udara Qatar telah ditunda oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Terlepas nanti dilanjutkan atau justru dibatalkan, nama Mirage 2000-5 tetap diperhitungkan sebagai pengisi kekosongan (gap filling) sebelum tibanya jet tempur Rafale di Indonesia pada tahun 2026. (more…)
Pengadaan 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 yang dibeli bekas pakai dari Qatar akhirnya mencapai anti klimaks, yakni dengan pernyataan Juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut rencana pembelian satu skadron Mirage 2000-5 dari Qatar telah ditunda. Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil dalam acara Kabar Petang di TV One (1/1/2023). (more…)
Merujuk ke pemberitaan bulan Mei lalu, disebutkan Kementerian Pertahanan Taiwan tengah mempertimbangkan opsi untuk melakukan upgrade atau mengganti jet tempur Mirage 2000-5. Pertimbangan tersebut dikemukakan salah satunya karena usia jet tempur bersayap delta itu yang telah menua. Belakangan menguat opsi untuk melakukan upgrade, tapi ternyata itu ada kaitan dengan F-16 Viper. (more…)
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (6/7/2023), menjelaskan bahwa 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 yang dibeli dari Qatar, baru mempunyai jam terbang (flying hours) 30 persen, yang dikatakan 70 persen sisa jam terbang masih dapat digunakan oleh Indonesia. “Tapi sebetulnya, jam terbangnya masih lama, jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai kira-kira 15 tahun lagi,” kata Prabowo, dikutip dari Suara.com.(more…)
Pengadaan 12 unit Mirage 2000-5 dari Qatar oleh Kementerian Pertahanan RI untuk kebutuhan mengisi gap jet tempur TNI AU, dipercaya juga akan mencakup paket persenjataan. Meski belum diketahui jenis paket persenjataan yang akan diboyong, namun dipastikan akan mencakup kanon DEFA 554 kaliber 30 mm. (more…)
Kabar konfirmasi atas pengadaan 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 eks bekas pakai Angkatan Udara Qatar oleh Kementerian Pertahanan RI, maka secara langsung menjadi tantangan tersendiri bagi Skadron Teknik TNI AU dalam menangani jenis radar baru di arsenal jet tempur, pasalnya selama ini TNI AU belum pernah mengoperasikan jet tempur buatan Perancis. (more…)
Seperti yang sudah diduga, rencana pengadaan jet tempur Mirage 2000-5 bekas pakai Angkatan Udara Qatar, akhirnya menuai kritik dari parlemen. Persisnya Komisi I DPR RI meminta kajian ulang rencana pembelian tersebut, dengan penekanan idealnya jet tempur yang dibeli seharusnya dalam kondisi baru. Selain menekankan pada keselamatan awak, DPR juga menekankan agar pengadaan alutsista dapat membawa manfaat bagi industri pertahanan dalam negeri, yang notabene sulit didapatkan bila pembelian dilakukan pada status barang bekas pakai. (more…)