Belum genap dua minggu setelah menyelesaikan misi diplomasi maritim dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, fregat pertahanan udara dan komando Angkatan Laut Kerajaan Belanda, HNLMS De Ruyter (F804), terlibat ketegangan serius di kawasan panas Laut Cina Selatan. Militer Cina (PLA) mengklaim telah mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk mengusir kapal perang jenis De Zeven Provinciën class tersebut menggunakan metode perang elektronik (electronic warfare). (more…)
Taiwan secara resmi mulai menerima pengiriman sistem rudal anti-kapal berbasis darat, Harpoon Coastal Defense System (HCDS), dari raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Taipei untuk memperkuat doktrin pertahanan asimetrisnya, guna memastikan bahwa setiap upaya invasi melalui jalur laut akan menghadapi risiko yang sangat fatal. (more…)
Parade militer besar-besaran saat Victory Day ke-80 di Beijing, 3 September 2025, secara langsung membawa pesan bagi Amerika Serikat dan Barat, yakni kemampun Negeri Tirai Bambu di segmen senjata Anti-Ballistic Missile (ABM) dan senjata anti satelit – Anti-Satellite (ASAT) weapon, yang menyiratkan bahwa satelit mata-mata (spy satellite) dapat dieliminasi di luar angkasa bila mengganggu kepentingan Beijing. (more…)
Drone kapal selam terbang saat diuji oleh tim peneliti. Foto: Nanjing University of Aeronautics and Astronautics
Cina terus tancap gas dalam menambah kekuatan militernya. Terbaru, Negeri Tirai Bambu itu, melalui tim peneliti dari Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing, Cina Timur, mengklaim telah berhasil membangun dan menguji prototipe drone kapal selam terbang supersonik (transmedia vessel).