Merujuk ke pemberitaan kami sebelumnya, bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah melakukan kontrak pengadaan dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk akuisisi 8 unit helikopter H225M Caracal untuk TNI AU dan 9 unit helikopter Serbu Bell-412 EPI untuk TNI AD. Bila H225M Caracal saat ini telah ada 6 unit yang dioperasikan TNI AU, maka berbeda dengan Bell-412 EPI, varian terbaru Bell-412 ini rencananya baru akan diserahkan PT DI pada Januari 2020. (more…)
Dalam upaya mengejar target MEF (Minimum Essential Force) II, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI terus berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan alutsista untuk tiga marta TNI. Seperti pada Rabu, 9 Januari 2019, Kemhan melangsungkan seremoni penandatanganan kontrak dengan PT Dirgantara Indonesia untuk pengadaan helikopter angkut berat untuk TNI AU dan helikopter serbu untuk Puspenerbad TNI AD. (more…)
Belum berapa lama ini muncul di pemberitaan seputar penyataan pejabat militer Cina yang menyebut solusi untuk mengakhiri ketegangan di Laut Cina Selatan adalah dengan cara menenggelamkan dua kapal induk Amerika Serikat. Solusi tersebut dipaparkan Wakil Kepala Chinese Academy of Military Sciences, Laksamana Muda Lou Yuan kepada audiensi di Shenzhen. Pernyataan yang bikin geger tersebut berdasarkan laporan news.com.au (2/1/2019), sementara komentar Lou dipaparkan pada akhir tahun lalu. (more…)
Setelah KRI Sampari 628, KRI Tombak 629, KRI Halasan 630 dan KRI Kerambit 627, rencananya armada Kapal Cepat Rudal (KCR)-60M, atau yang dikenal dengan sebutan KCR Sampari Class, akan bertambah. Hal tersebut seiring adanya kontrak pengadaan empat unit KCR-60M oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) kepada galangan PT PAL Indonesia. Dijadwalkan kapal perdana dari empat unit KCR-60M akan diterima TNI AL pada tahun 2021. (more…)
PT Pindad secara resmi belum pernah menyebut seri Senapan Serbu (SS-3) hingga Juni 2016 silam. Kala itu, Pindad di Gedung Kementerian Pertahanan RI barulah resmi meluncurkan sosok SS-3 sebagai Designated Marksman Rifle yang mengusung kaliber NATO 7,62 x 51 mm. Namun sebelumnya, kebanyakan orang kadung mempersepsikan SS-3 sebagai senapan serbu bullpup. (more…)
Kapal dengan kemampuan hidro-oseanografi sudah dimiliki oleh TNI AL, bahkan ada dua yang tergolong baru dan canggih, seperti KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934. Bekal sensor bawah laut yang ada pada kedua kapal dari jenis MPRV (Multi Purpose Research Vessel) ini tak usah diragunakan lagi kemampuannya. Namun, masih ada yang dirasa kurang pada armada sekelas TNI AL, yakni belum ada kapal hidrografi berukuran besar untuk operasi di samudera, dan perannya sekaligus sebagai kapal penyelamat bagi awak kapal selam (submarine rescue vessel). (more…)
Sejak diluncurkan pada tahun 2006, beberapa negara di luar Rusia telah menyatakan minat untuk mengakuisisi rudal balistik taktis jarak pendek Iskander-M. Seperti Arab Saudi yang menyatakan terus terang ingin membeli rudal berkecepatan Mach 6 ini. Namun Kremlin tak bergeming, Iskander-M atau disebut NATO sebagai SS-26 Stone tak masuk dalam daftar alutsista yang dijual Rusia ke luar negeri, termasuk ke negara sekutu Rusia sekalipun. (more…)
Industri pertahanan Rusia kini tengah mendapat tekanan serius, pangkal musababnya siapa lagi jika bukan Presiden AS Donalt Trump yang memberikan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), menjadikan Rusia sulit memasarkan produk alutsistanya ke luar negeri. Meski begitu, Negeri Beruang Merah tak menunjukan bakal keok atas sengatan sanksi tersebut, justru dengan bangga Presiden Rusia Vladimir Putin merilis keberhasilan uji coba rudal balistik yang punya kecepatan hipersonik. (more…)
Meski tak jelas kabar kelanjutannya, sekitar pertengahan 2017 sempat santer tersiar bahwa Indonesia akan mengkuisisi drone tempur (UCAV) dari Cina. Kala itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi menyebut bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). (more…)
Drama pengadaan 11 unit jet tempur Su-35 untuk TNI AU kembali memasuki season baru pada pertengahan bulan Desember ini, setelah muncul pernyataan dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Verobieva, yang meminta Indonesia untuk menunggu proses produksi Sukhoi Su-35 Flanker E yang dilakukan setelah negosiasi pembelian pesawat tempur Su-35 dengan pemerintah Indonesia ditandatangani. (more…)