
Setelah menuntaskan tahap sea trial dan commodore inspection, korvet KRI Malahayati 362 yang masuk dalam proyek Mid Life Modernization (MLM), hari ini telah resmi diserahterimakan dari pihak pelaksana PT PAL Indonesia kepada Kementerian Pertahanan RI yang diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Marsekal Pertama TNI Yusuf Jaubari di Gedung PIP PT PAL, Surabaya pada 2 Oktober 2020. (more…)

Mengikuti jejak AL Filipina yang tahun lalu menerima korvet bekas pakai AL Korea Selatan (Korsel), kini giliran AL Kolombia yang kebagian hibah korvet Pohang Class. Kapal perang yang dihibahkan, sebelumnya bernama ROKS Iksan (PCC-768) dan telah diserahkan ke AL Kolombia di Lanal Jinhae pada 28 September 2020. Dengan beralihnya kepemilikan, korvet produksi Hyundai Heavy Industries ini telah berganti nama menjadi ARC Almirante Tono dengan nomer lambung 56. (more…)

Lantaran beberapa kali dihancurkan dalam laga serangan udara di Suriah dan Libya, debut sistem hanud Pantsir S-1 sontak ikut melorot di mata publik. Meski begitu, pihak Rusia masih menaruh optimisme tinggi pada sistem senjata hybrid kombinasi kanon reaksi cepat dan rudal hanud ini. Sebagai buktinya, varian laut (naval version) dari Pantsir, yaitu Pantsir-M mulai dipasang pada kapal perang AL Rusia. (more…)

Ibarat pepatah Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya, maka penyebutan atau klasifikasi jenis kapal perang bisa berbeda antar negara. Seperti di Iran yang terbilang maju industri alutsistanya, ada Moudge Class yang diproduksi oleh Shahid Tamjidi Marine Industries. Bagi AL Iran, Moudge Class yang berbobot 1.500 ton disebut sebagai kapal perusak (destroyer). Sementara dalam klasifikasi global, termasuk di Indonesia, kapal perang dengan bobot 1.500 ton masuk sebagai kelas korvet atau light frigate. (more…)

Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa KRI Usman Harun 359 bakal menjadi kapal pertama dari korvet Bung Tomo Class yang mendapatkan paket upgrade, yakni di tangan Thales dan PT Len Industri, kapal perang buatan Inggris ini akan memperoleh upgrade mission system, dengan target penyelesaian pada tahun 2023. Sayangnya, paket upgrade yang masuk ke dalam mid life modernisation (MLM) memang terasa nanggung, lantaran dalam kontrak tidak mencakup peningkatan pada sistem persenjataan. (more…)

Kilas balik ke artikel di Februari 2019, saat itu disebutkan TNI AL akan melakukan program peningkatan kemampuan dalam mid life modernisation (MLM) pada beberapa kapal perang utama secara bertahap, menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Modernisasi rupanya juga menyentuh pada armada korvet Bung Tomo Class, yang usianya sejak diluncurkan dari galangan Scotstoun – BAE System Marine telah mencapai 19 tahun. (more…)

Meski punya aliansi pertahanan dengan Cina, dan banyak akusisi dan pengembangan produksi alutsistanya berasal dari Cina, namun bukan berarti program pengadaan alutsista Pakistan benar-benar berpaling dari Barat. Selain masih mempertahankan penggunaan jet tempur F-16, Pakistan nyatanya masih mengorder kapal perang dari perusahaan asal Belanda. (more…)

Pasca kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu, nama korvet Gowind 2500 Class belakangan jadi santer dibicarakan. Terlepas dari pro dan kontra di seputaran korvet yang kini telah dioperasikan AL Mesir, faktanya platform Gowind 2500 Class lumayan laris. Selain Mesir, Naval Group setidaknya telah meraih kontrak dengan Rumania, Uni Emirat Arab dan tentu saja yang menarik dari Malaysia. Persisnya di tangan Malaysia, derajat Gowind Class tidak lagi sebagai korvet, melainkan naik kelas menjadi frigat. (more…)

Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu rupanya menyertakan sejumlah harapan bagi modernisasi alutsista TNI. Terlepas dari realisasi yang butuh proses lebih lanjut, tersebut beberapa nama alutsista yang berpotensi diakuisisi Indonesia. Situs latribune.fr (17/1/2020) menyebut Indonesia tertarik dengan dengan 48 unit jet tempur Rafale, 4 unit kapal selam Scorpène dengan rudal SM39 Exocet dan dua unit korvet Gowind Class yang berbobot 2.500 ton. (more…)

Meningginya tensi ketegangan di Laut Natuna Utara direspon Pemerintah Indonesia dengan pengerahan Satuan Tugas Tempur yang berisikan beberapa kapal perang dan pesawat intai maritim. Sebaliknya Pemerintah Cina, meski agresif dan ngotot mengerahkan nelayan “milisi maritimnya,” masih mengedepankan armada kapal penjaga pantai (China Coast Guard) di wilayah ZEE Indonesia. (more…)