
Belum genap dua minggu setelah menyelesaikan misi diplomasi maritim dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, fregat pertahanan udara dan komando Angkatan Laut Kerajaan Belanda, HNLMS De Ruyter (F804), terlibat ketegangan serius di kawasan panas Laut Cina Selatan. Militer Cina (PLA) mengklaim telah mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk mengusir kapal perang jenis De Zeven Provinciën class tersebut menggunakan metode perang elektronik (electronic warfare). (more…)


