Setelah lama dinanti, akhirnya ada kejelasan tentang rencana akuisisi kapal pemburu/sapu ranjau – Mine Countermeasures Vessels (MCMV) Frankenthal Class dari Jerman. Maklum, sejak Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan penandatanganan kontrak untuk desain dan pembangunan kapal penyapu ranjau pada Januari 2019, lantas berita akuisisi kapal pemburu ranjau penerus Tripartite Class ini tak terdengar lagi. (more…)
Nama kapal penyapu ranjau Tripartite Class kini sedang naik daun, setelah dua unit dibeli oleh Bulgaria dari Belanda. Kini tiga unit Tripartite Class asal Belanda yang telah digunakan oleh AL Latvia, diwartakan bakal mendapatkan paket upgrade. Menggandeng Eca Group dari Perancis, tiga unit Tripartite Class akan mendapatkan serangkaian modernisasi pada perangkat buru dan sapu ranjaunya. (more…)
Meski menyandang status sebagai kapal perang, namun jangan dikira kapal perang selalu siap untuk ‘beradu’ dengan kapal niaga atau kapal penumpang sipil. Faktanya bila kalah dimensi dan tonase, secanggih apa pun kapal perang akan dibuat babak belur. (more…)
Tripartite Class, jenis kapal pemburu dan sapu ranjau yang digunakan TNI AL memang ‘tak ada matinya.’ Meski usianya tak lagi muda, namun faktanya, Tripartite Class yang desainnya dibuat oleh tiga negara – Perancis, Belanda dan Belgia, debutnya masih bersinar di lingkungan armada NATO. Meski program penggantian Tripartite Class telah dicanangkan, tapi toh kemampuan kapal pemburu ranjau ini masih memikat negara lain untuk membelinya. (more…)
Pasca Orde Lama, nyaris tak terdengar lagi aktivitas kapal penyapu ranjau buatan Uni Soviet yang pernah digunakan TNI AL, padahal jika menilik dari sejarahnya, kapal penyapu ranjau pertama milik Indonesia adalah T-43 Class (Project 254) yang laris digunakan selama era Perang Dingin. Dan seolah ingin mengembalikan kejayaan armada kapal penyapu ranjaunya, AL Rusia kini tengah memacu program pembangunan 12 unit Alexandrit Class. (more…)
Meski tengah menunggu kontrak pengadaan, dua unit kapal penyapu ranjau Frankenthal Class buatan Lurssen Defence telah dipinang TNI AL untuk memperkuat armada Satran (Satuan Kapal Ranjau). Nilai pengadaan untuk kedua kapal penyapu ranjau tersebut pun telah dipatok senilai US$204 juta. Meski belum diketahui kapan persisnya realisasi Frankenthal Class, namun menarik dicermati adalah bagaimana cara kapal ini menetralisir ancaman ranjau di lautan. (more…)
Seolah mengamini isi pemberitaan di Indomiliter.com yang mewartakan Jerman dipilih sebagai pemasok kapal penyapu ranjau TNI AL, situs Janes.com (11/9) telah merilis informasi lanjutan tentang pengadaan kapal penyapu ranjau terbaru untuk Satuan Kapal Ranjau (Satran) tersebut. Disebutkan bahwa jenis kapal penyapu ranjau pilihan TNI AL adalah varian dari Frankenthal Class buatan Lurssen Defence. (more…)
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pada Februari 2015 pernah mengungkapkan rencana pengadaan dua unit kapal penyapu ranjau jenis baru untuk memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran), rencana pengadaan ini tentu wajar adanya, mengingat sudah tiga dekade Satran tak mendapatkan modernisasi alutsista. Sampai saat ini kapal penyapu ranjau andalan Satran adalah dua unit Tripartite Class hasil pengadaan tahun 1988. (more…)
Dalam suatu kunjungan ke Sydney, Australia di tahun 2013, tepatnya saat menumpangi kapal ferry dari Circular Quay menuju Manly, terlihat beberapa kapal perang AL Australia/RAN (Royal Australian Navy) bersandar di kawasan Port Jackson yang merupakan Fleet Base East RAN. Dari beberapa kapal perang yang sandar, ada kapal perang yang dimensinya terbilang kecil, dan langsung mengingatkan kami pada sosok kapal pemburu/sapu ranjau andalan Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL, yakni Tripartite Class, yaitu KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. (more…)
Di bulan Februari lalu, pimpinan TNI AL pernah mengungkapkan rencana untuk memensiunkan kapal penyapu ranjau jenis Tripartite Class, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Jadi pertanyaan bagi banyak orang, pasalnya Tripartite Class adalah kapal penyapu ranjau andalan Satran (Satuan Kapal Ranjau) TNI AL saat ini. Memang usianya pengadiannya sudah 28 tahun, tapi secara teknologi Tripartite Class masih jauh lebih maju dan modern ketimbang kapal penyapu ranjau eks Jerman Timur, Kondor Class. (more…)