Meski Angkatan Udara India diproyeksikan dengan 36 unit jet tempur Rafale, namun, bicara backbone kekuatan penempur utama Negeri Bollywood masih bertumpu pada armada Sukhoi Su-30MKI yang jumlahnya mencapai 200-an unit lebih. Dan ketika kekuatan udara Cina dan Pakistan mengalami peningkatan pesat, maka menjadi tantangan serius bagi India, seperti salah satunya direspon dengan mempercepat program “Super Sukhoi.” (more…)
Cina belum lama ini meluncurkan kapal survei Oseanografi, Shi Yan 6, yang diawaki 60 awak untuk misi selama tiga bulan ke Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, tepat di depan muka India. Seperti sebelum-sebelumnya, Cina mengklaim kehadiran kapal survei tersebut murni untuk misi penelitian oseanografi, geologi kelautan, dan ekologi kelautan sehingga aman dan tidak mengancam kedaulatan negara manapun, sebuah klaim yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh India yang secara geografis sangat berkepentingan di Samudera Hindia.
Dengan tonase yang besar, selama ini kapal-kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard) kerap berlayar jauh untuk mengawal pergerakan kapal nelayan Cina yang memasuki zona yang menjadi sengekat internasional. Meski belum tentu berkaitan, India sebagai ‘musuh bebuyutan’ Cina dalam konflik perbatasan, rupanya tak ingin ketinggalan pamor dalam pengerahan kapal patroli penjaga pantai dalam pelayaran jarak jauh. (more…)
Lewat kontrak senilai US$3 miliar, India langsung menggeser posisi Indonesia sebagai operator terbesar pesawat angkut C-295 di Asia Pasifik. Bahkan dengan pesanan total 56 unit, maka India otomatis menjadi operator C-295 terbesar di dunia. Varian untuk India pun diberi kode khusus C-295MW. Dan belum lama berselang ada kabar bahwa unit perdana C-295MW telah dikirimkan oleh Airbus ke Angkatan Udara India. (more…)
Boleh jadi sistem pertahanan udara Rusia akan semakin berat bila rudal yang satu ini sampai ‘digunakan’ oleh Ukraina. Persisnya ada dugaan jet tempur MiG-29 Fulcrum dapat meluncurkan rudal balistik udara ke permukaan – air-launched ballistic missile (ALBM) Rampage. Meski belum menjadi ancaman nyata, namun ada indikasi MiG-29K “Black Panther” milik Angkatan Laut India dapat meluncurkan Rampage, dan sudah ada rencana dari Inggris untuk memasok Rampage ke Ukraina. (more…)
Salah satu dampak dari pecahnya perang Ukraina adalah potensi keterlambatan pengiriman alutsista produksi Rusia. Hal itu bisa dipahami, mengingat konsentrasi manufaktur persenjataan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan perang. India selaku importir terbesar persenjataan dari Rusia, pernah menyatakan kekhawatiran akan potensi keterlambatan pengirim sistem hanud jarak jauh S-400. (more…)
Bila netizen di Indonesia tengah merayakan tibanya unit ketiga pesawat angkut C-130J-30 Super Hercules, maka di India juga ada yang dirayakan terkait C-130J-30 Super Hercules. Namun, bukan tentang kedatangan Super Hercules, melainkan Tata Lockheed Martin Aerostructures Ltd (TLMAL) baru saja mengumumkan pengiriman empennage ke-200, yang merupakan tonggak penting bagi perusahaan hasil joint venture antara Tata Advanced Systems Limited dan Lockheed Martin Aeronautics. (more…)
Pakistan tentu menyadari bahwa industri penerbangannya kalah unggul dibandingkan India. Saat India menggulirkan program jet tempur generasi kelima – Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) pada tahun 2010, praktis Pakistan tak bisa berkutik selain harus merapat ke Cina untuk mengembangkan produksi jet tempur generasi keempat JF-17 Thunder. Namun, pengembangan jet tempur generasi kelima KAAN yang diusung Turki, boleh jadi akan memicu percepatan program AMCA. (more…)
Satu yang patut dicontoh dari Turki dan India adalah, hasil rancangan alutsista dari industri pertahanan dalam negeri dominan untuk ‘dibeli’ dan dioperasikan oleh pihak angkatan bersenjata. Tak sempurna atau mungkin kalah spesifikasi dari produk luar negeri, tapi dalam jangka panjang langkah itu akan berbuah positif. Seperti belum lama ini, Angkatan Laut India mulai mengoperasikan drone bawah laut – Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Neerakshi. (more…)
Sebagai salah satu operator Rafale terbesar di luar Perancis, Angkatan Udara India pastinya adalah mitra penting bagi Dassault Aviation. Dengan pengoperasioan 36 unit Rafale oleh angkatan udara, dan pesanan baru 26 unit Rafale M untuk angkatan laut, bisa diibaratkan India sebagai negara ‘penglaris’ Rafale di kawasan Asia. (more…)