Dalam 24 jam terakhir kondisi Laut Merah kembali menjadi perhatian, selain belum redanya serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan milisi Houthi di Yaman, pada 28 Maret 2024, konvoi kapal perang dari Armada Pasifik Rusia untuk pertama kalinya sejak perang Hamas vs Israel meletus, telah memasuki kawasan Laut Merah, yang notabene dipenuhi kapal perang dari AS dan negara-negara NATO. Tak pelak melintasnya kapal perang Rusia, yang dua di antaranya telah teridentifikasi, menambah panas Laut Merah. (more…)
Meski tidak terkait langsung dengan operasi tempur, namun, peran dari drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) tak bisa dianggap remeh. Berukuran relatif kecil dengan adopsi beragam sensor, AUV identik sebagai perangkat canggih. AUV yang operasinya dibalut sebagai misi penelitian hidro oseanografi, kerap digunakan untuk misi intai dan pengumpulan data-data kelautan, yang pada konkritnya dibutuhkan untuk pelayaran kapal selam sampai menunjang pendaratan amfibi. (more…)
Untuk pertama kalinya kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx beraksi dalam krisis yang sedang membara di Laut Merah. Persisnya kapal perusak berpeluru kendali USS Gravely (DDG 107) – Arleigh Burke Class dilaporkan pada hari Selasa (30/1/2024), telah menembak jatuh rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan Houthi. (more…)
Di tengan operasinya di Laut Merah dan Teluk Aden, ada kabar bahwa kapal perusak (destroyer) Type 45 akan mendapatkan peningkatan kemampuan dalam aspek rudal pertahanan udara (hanud). Persisnya MBDA UK telah menerima kontrak senilai total sekitar £400 juta (US$508 juta) untuk memperkuat dan mempertahankan sistem rudal hanud Sea Viper pada destroyer Type 45 milik Angkatan Laut Inggris. (more…)
Inggris dan Amerika Serikat telah membuka serangan ke basis Houthi di pesisir Yaman. Merespon serangan tersebut, Houthi bersiap untuk melancarkan serangan balasan kepada aset AS dan sekutunya di sekitaran Laut Merah. Nah untuk menunjang serangan, Houthi akan bertumpu pada elemen rudal jelajah anti kapal dan rudal balistik anti kapal. Uniknya, dua di antara rudal yang digunakan Houthi, dulunya pernah dioperasikan oleh Indonesia. (more…)
Jet tempur Eurofighter Typhoon kembali memperlihatkan debut tempurnya di Timur Tengah. Hal ini setelah Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memberikan lampu hijau untuk dilakukannya serangan udara ke basis Houthi yang berada di pesisir Yaman. Untuk melancarkan serangan ke Yaman, Angkatan Udara Inggris mengerahkan flight Typhoon FGR4 ke Pangkalan Udara Akrotiri di Siprus. (more…)
Setelah melihat kondisi di Timur Tengah dan adanya tekanan keras dari serikat pekerja industri dirgantara yang terdampak pada rantai produksi, pemerintahan Kanselir Jerman Olaf Scholz mengisyaratkan pihaknya siap untuk membalikkan arah dan mendukung penjualan 48 unit jet tempur Eurofighter Typhoon pesanan tambahan) ke Arab Saudi, meski mungkin diperlukan waktu beberapa tahun untuk mengirimkannya. (more…)
Di atas kertas kekuatan laut Amerika Serikat jelas bukan tandingan Iran, namun dalam semangat pertempuran, banyak faktor yang bisa menjadi penentu kemenangan. Dan terkait memanasnya situasi di Laut Merah, Angkatan Laut Iran diwartakan telah mengirim kapal perang Alborz yang memasuki Laut Merah setelah melewati selat Bab al-Mandab. Dan rasanya menarik untuk disimak profil kapal perang Alborz yang berani ‘menantang’ armada AS dan sekutunya. (more…)
Memanasnya konflik antara Houthi dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Laut Merah, dipercaya akan memicu Iran untuk mengerahkan kekuatan tempur lautnya. Dan ketika Iran melibatkan diri dalam konflik, maka armada high speed boat dengan beragam varian persenjataan akan mengambil peran yang menentukan. Salah satu high speed boat yang punya kemampuan untuk menyerang kapal perang sekelas korvet dan frigat adalah Zolfaghar class. (more…)
Ketimbang rekor F-22 Raptor yang untuk pertama kalinya menembak jatuh sasaran berupa balon udara mata-mata Cina, maka rekor yang dibuat oleh F/A-18 E/F Super Hornet di Laut Merah lebih bergengsi. Sama-sama menembak jatuh wahana tanpa awak, F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS dari kapal induk USS Dwight Eisenhower berhasil menembak jatuh kawanan drone kamikaze yang diluncurkan Houthi dari Yaman. (more…)