Meski tak lagi menjadi kekuatan udara nomer satu di kawasan Asia Tenggara, TNI AU untuk urusan pengalaman tempur, khususnya yang menyangkut bantuan tembakan udara adalah kekuatan yang amat diperhitungkan. Walau toh hingga kini masih mengandalkan dumb bomb, dalam catatan TNI AU punya pengalaman dalam menggunakan bom cluster (bom tandan), atau ada yang menyebut sebagai bom curah. Karena punya daya rusak yang besar, bahkan tak jarang menimbulkan collateral damage, penggunaan bom cluster telah dilarang dalam hukum Humaniter Internasional.
Di pertengahan tahun 2015 Pemerintah Amerika Serikat telah menawarkan paket penjualan rudal udara ke udara jarak dekat AIM-9X Sidewinder ke Indonesia. Lewat program program FMS (Foreign Military Sale), AS menawarkan sejumlah rudal super canggih tersebut dengan nilai US$47 juta. Dan hampir dua tahun berselang, akhirnya ada titik terang seputar tawaran AIM-9X untuk Indonesia. Merujuk ke penyataan Departemen Pertahanan AS pada 31 Maret 2017, disebutkan Raytheon Co, Missile Systems telah mendapat kontrak untuk memproduksi 317 unit AIM-9X, yang di dalamnya termasuk unit untuk kebutuhan TNI AU. (more…)
Dalam proyek “Peace Bima Sena II”disebutkan TNI AU akan mendapatkan 24 unit F-16 C/D Block 52ID, 28 unit mesin Pratt & Whitney F100-PW220/F100-PW220E, empat unit F-16 Block 25, dan dua unit F-16 Block 15. Dua yang disebut terakhir akan datang dalam wujud terurai untuk kebutuhan suku cadang. Masih dalam proyek yang sama, belum lama ini Depertemen Pertahanan Amerika Serikat (29/3/2017) lewat FMS (Foreign Military Sales) mengumumkan kontrak senilai US$8.156.606 untuk remanufaktur sejumlah unit mesin F100-P220/220E untuk pesanan TNI AU.
Tahun depan jadi momen yang ramai dengan kehadiran alutsista gress TNI, di segmen helikopter dipastikan akan hadir AS565 MBe Panther, helikopter AKS (Anti Kapal Selam) untuk Puspenerbal TNI AL, sementara dari matra darat, helikopter tempur sangar AH-64D Apache Block III Longbow (aka – Guardian) dari Boeing untuk pesanan Puspenerbad TNI AD juga akan mulai berdatangan. Lewat proram FMS (Foreign Military Sales) yang dikucurkan tahun 2012 lalu, Indonesia memang akan mendapatkan delapan unit AH-64D Apache yang jadwal kedatangannya di Tanah Air pada tahun 2017. (more…)
Ketika jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker mulai memperkuat TNI AU di tahun 2003, meski pengadaannya terbilang lelet, kini deretan rudal canggih telah berjejer di etalase Skadron Udara 11. Untuk segmen rudal udara ke permukaan (air to ground missile) misalnya, Sukhoi TNI AU sudah dibekali pilihan rudal papan atas seperti Kh-29TE, Kh-31P, dan Kh-59ME. Dan jadilah Sukhoi Indonesia kian kuat daya letalnya, meski rudal yang sama lebih dulu digunakan Malaysia dan Singapura. Kemudian bagaimana dengan supremasi jet tempur TNI AU yang berasal dari blok Barat/NATO? (more…)
Jika tak ada aral melintang, nantinyaTNI AU akan memiliki 33 unit F-16 Fighting Falcon, terdiri dari varian generasi F-16 A/B yang sejak tahun 90-an memperkuat Skadron Udara 3 dan 24 unit F-16 C/D Block 25 yang di upgrade ke Block 52ID. Bertambahnya populasi Elang Penempur sudah pasti membutuhkan beberapa kesiapan, selain urusan logistik dan perawatan, yang juga penting adalah bekal persenjataan yang melengkapi armada multirole fighter tersebut. (more…)
Dalam gelar operasinya, TNI AL butuh peran kapal selam sebagai alutsista strategis yang punya daya getar. Tapi disisi lain, TNI AL juga mutlak punya elemen senjata AKS (Anti Kapal Selam). Begitu pun dengan matra darat, keberadaan tank tempur, baik tank ringan dan MBT (Main Battle Tank) dipandang punya peran sangat strategis. Dan fakta yang tak terbantahkan, TNI AD pun butuh kelengkapan senjata anti tank, maklum perkembangan MBT di kawasan Asia Tenggara menuntut TNI AD untuk meng-update sista jenis ini. Ditambah Indonesia tergolong tertinggal dalam update MBT. (more…)
Ikon matra darat pada akhirnya merujuk pada keunggulan ranpur lapis baja, dengan penekanan pada keterlibatan tank tempur utama, alias MBT (main battle tank). Untuk urusan update MBT, Indonesia menjadi pemain akhir, setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand yang lebih dulu menggunakan MBT.