
Kabar yang satu ini bak petir di siang bolong, pasalnya Eurofighter Typhoon yang tak digadang sebagai jet tempur untuk TNI AU, terlebih sebagai pengganti Sukhoi Su-35, tiba-tiba mencuat namanya untuk kandidat diakuisisi Indonesia. Bukan itu saja, yang tak kalah mengejutkan lagi, jet tempur Typhoon yang bakal diakuisisi bukan barang baru, artinya bekas pakai dari negara lain. Sesuatu yang tak lazim, mengingat amanat undang-undang mengharuskan pengadaan alutsista strategis melibatkan elemen industri dalam negeri lewat Transfer of Technology (ToT). (more…)

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer telah mengirimkan surat kepada Parlemen untuk persetujuan program pengadaan jet tempur pengganti Panavia Tornado. Merujuk pada artikel sebelumnya di Indomiliter.com, pilihan memang telah dijatuhkan pada duo keluarga Hornet, yaitu F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler. Namun keputusan Kramp-Karrenbauer rupanya mulai mendapat kritikan dari sejumpah politisi dari Partai SPD yang menjadi oposisi pemerintah. (more…)

Berbeda dengan MBDA yang menutup fasilitas produksinya untuk sementara waktu, Eurofighter, konsorsium dari empat negara yang memproduksi jet tempur Typhoon telah memutuskan untuk tetap melajutkan proses produksi di tengah tekanan wabah corona yang terus memburuk di kawasan Eropa. Keputusan untuk melanjutkan proses produksi Typhoon tentu punya alasan yang kuat, yaitu guna mempertahankan pesanan dalam jumlah besar. (more…)

Meski telah mengoperasikan sekitar 140-an unit jet tempur Eurofighter Typhoon, rupanya AU Jerman (Luftwaffe) belum ada rencana untuk memensiunkan jet/pembom tempur Panavia Tornado, padahal AU Inggris (Royal Air Force) sudah setahun lalu memensiunkan Tornado yang ‘langganan’ rontok dalam Perang Teluk I dan baru-baru ini ditembak rudal hanud milisi Houthi di Yaman. (more…)

Setidaknya butuh waktu 20 tahun lagi sampai unit perdana jet tempur generasi keenam dalam proyek Future Combat Air System (FCAS) diterima oleh Jerman, Perancis dan Spanyol. Dalam periode ‘waktu tunggu’ yang lumayan panjang, segala kemungkinan dapat terjadi, eskalasi peperangan dapat meletus seketika dengan intensitas yang tak lazim. (more…)

Dalam perpektif umum, instalasi militer identik dengan penjagaan ketat, bahkan bila instalasi militer yang dimaksud menjadi basis alutsista, maka penjagaan bakal lebih ekstra. Namun ada pemandangan yang unik di Lanud Neuburg yang jadi sarang Tactical Air Wing 74 di Negara Bagian Bavaria, Jerman. (more…)

Menunggu realisai dari proyek “Future Combat Air System” (FCAS) yang digadang Perancis, Jerman dan Spanyol, setidaknya jet tempur yang pernah dipasarkan ke Indonesia, Eurofighter Typhoon masih akan terus digunakan hingga tahun 2040. Dan menanti hingga 2040, sudah barang tentu Typhoon perlu untuk mendapatkan peningkatan kemampuan agar mampu meladeni tantangan peperangan udara yang kian dinamis. (more…)

Disamping kecanggihan sistem navigasi, kecepatan maksimum, dan dukungan persenjataan, faktor combat radius adalah elemen penting dalam pemilihan tipe jet tempur baru TNI AU. Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas, maka jangkauan kemampuan terbang dan combat radius begitu vital dicermati. Dengan combat radius yang maksimal, maka kehadiran kekuatan udara dapat menjangkau hotspot secara optimal. Tak pelak urusan combat radius menjadi bagian dari efek deteren dari kekuatan udara. (more…)

Proses pembelian jet tempur memang kerap menimbulkan efek tarik ulur yang panjang, terlebih jika yang jadi pembeli adalah negara dengan budget pertahanan serba ngepas dengan seabreg permintaan. Sekalipun punya budget cukup, mengingat banyak faktor yang saling terkait, pengadaan jet tempur kerap memakan waktu lama. Indonesia membutuhkan waktu hampir dua tahunan untuk akhirnya memutuskan memilih Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II. Pun sudah diputuskan, menuju proses deal hingga penandatanganan kontrak pembelian juga butuh waktu.
(more…)
Pemerintah lewat Kementerian Pertahanan RI dan TNI AU telah memutuskan Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II. Setelah pernyataan tersebut, lantas bagaimana dengan nasib dari Eurofighter Typhoon dan SAAB JAS Gripen NG yang terbilang gencar dipromosikan di Indonesia? Bahkan meski ada pengumuman atas ‘kemenangan’ Su-35, Lockheed Martin dengan F-16 Viper justru percaya diri menjajakan jet tempur generasi 4.5 tersebut ke Indonesia. (more…)